Agar Anak Bertanggungjawab

Anak Tidak Bisa Mandiri dan Bertanggung Jawab..?  Harus Bagaimana..??

Agar Anak Bertanggungjawab – Semua orangtua pasti menginginkan agar anak-anak mereka bisa mandiri dan bertanggung jawab atas semua perbuatan mereka masing-masing. Anak-anak yang akan ‘baik-baik saja’ meski tanpa pengawasan orangtuanya. Karena saat beranjak dewasa, mereka akan mulai melepaskan dirinya secara perlahan dan orangtua tak bisa lagi memantau segala aktivitasnya. Namun orangtua harus sadar bahwa untuk memperoleh sosok anak yang mandiri dan bertanggung jawab, cara pengasuhan orangtua sangat berperan penting di dalamnya.

Orangtua harus dapat menyeimbangkan antara memberikan bimbingan dan arahan serta memberikan kebebasan yang cukup pada anak. Tak perlu menuntut anak menjadi sosok yang sempurna, yang terpenting adalah mendidik anak agar ia mampu bertahan dengan baik menghadapi dunia luar. Berapa tips yang dapat orangtua lakukan adalah:

  1. Biarkan anak menunjukkan seberapa banyak kebebasan yang dapat ia tangani

    Memberikan kebebasan pada anak memang harus dilakukan jika ingin anak tumbuh mandiri. Namun bukan berarti dilepas sebebas-bebasnya, catat..! Orangtua harus menjelaskan pada anak bahwa mereka akan memberikan lebih banyak kebebasan ketika sang anak dapat menunjukkan bahwa ia mampu membuat keputusan yang baik dan bertanggung jawab terhadap semua perbuatannya.

    Jelaskan pada anak bahwa setiap orang dapat membuat suatu kesalahan. Namun mengakui dan tidak berbohong untuk menutupinya adalah sikap tanggung jawab yang sesungguhnya. Tegaskan pula bahwa jika ia berbohong untuk menutupi kesalahannya, maka hal itu berarti ia belum siap untuk menerima lebih banyak kebebasan..!

  2. Ajari anak untuk menjadwalkan kegiatannya

    Membuat jadwal kegiatan adalah cara untuk mengajarkan pada agar bertanggung jawab dengan semua tugasnya. Selain itu, secara tidak langsung anak akan diajarkan untuk dapat memenej waktunya sendiri, karena keterampilan manajemen waktu adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia dewasa nanti.

  3. Dorong anak agar peduli pada lingkungan sekitar

    Bergabungnya anak dengan komunitas sosial dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial secara sukarela dapat meningkatkan rasa tanggung jawabnya. Contohnya menjadi sukarelawan di panti asuhan ataupun panti jompo, membantu mengumpulkan dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan, dan pekerjaan lainnya. Ini adalah latihan yang bagus untuk menjadikan dirinya lebih proaktif dalam memecahkan masalah dan peduli pada sekitar

  4. Ajari anak keterampilan hidup yang tidak didapatkan di sekolah

    Banyak orangtua yang salah persepsi mengenai keterampilan hidup atau life skill.  Mereka mengira bahwa anak dapat belajar hal tersebut hanya dengan mengamati. Memang beberapa dapat dipelajari dengan cara mengamati, namun tidak semuanya. Luangkanlah waktu untuk mengajari anak beberapa keterampilan hidup praktis. Seperti memasak makanan, mencuci baju, mengelola uang, dan keterampilan hidup lainnya yang ia butuhkan untuk dapat mandiri

  5. Biarkan anak mendapat konsekuensi dari perbuatannya

    Ada saatnya ketika seorang anak membuat kesalahan, atau dengan SENGAJA melanggar aturan. Dan untuk menjadikannya pribadi yang lebih bertanggung jawab, orangtua harus memberikan konsekuensi yang jelas. Pastikan ketika ia berbuat buruk, maka ia akan mendapatkan konsekuensi yang buruk pula. Misalnya cabut beberapa kebebasan yang ia punya, sehingga akan meninggalkan efek jera. Hal ini bertujuan untuk membuat anak tidak melakukan hal-hal yang buruk lagi, serta berfungsi sebagai pengingat terbaik untuk membuat pilihan yang lebih baik lain kali.

Tahan keinginan untuk menutupi kesalahan yang dilakukan anak..!!  Melindungi anak yang berbuat salah akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi egois dan menganggap semua perbuatan buruknya itu adalah perbuatan yang benar atau ‘SAH-SAH’ saja. Mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak memang tidak mudah, apalagi saat kita harus memberikan hukuman saat ia berbuat salah. Namun orangtua yang tidak mengajarkan anaknya untuk memiliki rasa tanggung jawab malah akan merugikan si anak itu sendiri. Mereka harus benar-benar paham dengan yang namanya: KONSEKUENSI.

(sumber: idntimes.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *