Agar Finansial Tetap Sehat di Tengah Wabah Penyakit (2)

Agar Finansial Tetap Sehat di Tengah Wabah Penyakit (2); Wabah virus Corona bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan finansial keluarga. Masih banyak orang yang panik walaupun sudah dihimbau agar bersikap sewajarnya (tidak panik) dan preventif dalam menghadapi wabah ini dengan bijaksana.

Pikiran pendek dan tidak jernih hanya akan berdampak negatif. Salah satunya adalah kondisi finansial. Penimbunan makanan, minuman, dan bahan kebutuhan pokok lainnya membuat harga melambung tinggi. Selain itu, ada pula jenis pekerjaan yang terdampak virus corona sehingga membuat penghasilan sebagian masyarakat jadi menurun drastis, bahkan zero income. Tak hanya terjadi di Indonesia, akan tetapi hampir di seluruh dunia.

Bagaimanakah caranya supaya kita selalu waspada dan tidak panik sehingga terhindar dari kacaunya kondisi keuangan keluarga akibat wabah virus Corona?

  • Mengevaluasi sumber penghasilan

Evaluasi sumber penghasilan keluarga baik yang berasal dari Anda, pasangan ataupun anggota keluarga lain yang ikut berkontribusi dalam keuangan keluarga. Apabila perusahaan tempat Anda bekerja menjadi salah satu perusahaan yang terdampak wabah virus corona, maka Anda harus melakukan evaluasi keuangan dan melakukan penyesuaian. Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai ulang apakah penghasilan kita cukup untuk memenuhi anggaran bulanan atau tidak. Jikalau sumber penghasilan kita terganggu akibat wabah Corona, maka sebaiknya segeralah lakukan penyesuaian anggaran bulanan.

Tujuan kedua dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui apakah ada dana darurat yang disiapkan untuk menghadapi kondisi waspada wabah corona atau tidak. Dana darurat perlu disiapkan untuk menghadapi situasi darurat. Jangan sampai keuangan keluarga menjadi kacau akibat tidak siap dengan dana darurat. Namun perlu diingat, penggunaan dana darurat harus dengan bijak agar benar-benar dapat menghadapi situasi sulit lebih mudah. Karena kepanikan bisa membuat akal sehat hilang, dan menjadi tidak rasional.

  • Memperbesar dana darurat

Meskipun dana darurat yang Anda miliki sudah cukup, namun akan jauh lebih baik jika pos untuk menabung untuk dana darurat diperbesar. Kesiapan dalam segi keuangan sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Kita memang tidak mengharapkan hal buruk terjadi, tetapi dengan mempersiapkannya sebaik mungkin, maka situasi akan lebih mudah dihadapi. Idealnya, tambahan anggaran dana darurat adalah tiga kali pengeluaran bulanan keluarga. Misalnya pengeluaran bulanan keluarga Anda tiga juta rupiah perbulan, menjadi tiga kali lipat yakni sembilan juta rupiah. Tidak harus cash, dana darurat juga bisa dalam bentuk aset, namun yang mudah dicairkan seperti reksadana pasar uang dan deposit.

  • Hindari pinjaman untuk hal-hal yang konsumtif

Saat ini banyak orang melakukan panic buying memborong kebutuhan pokok, masker, hand sanitizer, sebanyak-banyaknya, termasuk meminjam uang. Pinjaman untuk biaya konsumtif seperti ini akan menambah beban utang padahal kita perlu fokus melindungi diri dan keluarga secara efektif dari virus Corona. Sebaiknya dalam kondisi waspada seperti ini, Anda tidak menambah beban pikiran dengan utang konsumtif lain. Cukuplah utang konsumtif seperti rumah saja yang Anda pikirkan. Sisanya bisa di gunakan untuk menambah dana darurat dan membeli bahan makanan serta suplemen agar tubuh Anda dan keluarga tetap sehat.

  • Tidak terburu-buru mencairkan aset

Apakah dalam situasi sulit seperti sekarang ini perlu mencairkan berbagai investasi/aset yang dimiliki?  Sebelum terburu-buru melakukannya, sebaiknya pertimbangkan dulu hal ini:

Pertama, apa tujuan kepemilikan dalam jangka waktu investasi/aset Anda? Misalnya, untuk dana pendidikan anak.

Kedua, sebelum Anda mencairkan aset perhatikan juga prospek instrumen investasi/aset tersebut. Apakah perusahaan tempat Anda berinvestasi terdampak wabah virus Corona yang mengakibatkan penurunan nilai aset secara signifikan atau tidak?

Terakhir, pertimbangkan pula apakah perusahaan investasi mudah mengembalikan imbal hasil ataukah tidak?  Bagaimana track record pengelolaan dananya?  Jika prospek investasinya bagus dan tidak benar-benar digunakan dalam waktu dekat, maka jangan buru-buru dicairkan. Jangan sampai kepanikan membuat Anda kurang pertimbangan, padahal belum terlalu mendesak. Semoga kepanikan tidak membuat arus kas keluarga menjadi kacau dan menyebabkan masalah baru. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *