Anak yang Berpengaruh

Anak yang Berpengaruh; Jadikan anak-anak kita memiliki good influence, atau anak memiliki sikap yang dapat memberikan pengaruh baik terhadap kehidupan sosial dan lingkungannya. Anak-anak kita haruslah menjadi motor kebaikan, karena kalau tidak, mereka bisa menjadi bad influence (pengaruh yang buruk) bagi yang lain.

Kita tidak bisa memilih untuk netral, atau sekedar berada di tengah-tengah, karena kalau kita memilih untuk berada di tengah-tengah, maka itu artinya kita memilih untuk menjadi korban lingkungan. Jangan sampai hal tersebut terjadi kepada anak kita, karena di mana pun menjadi korban tidak akan memberikan keuntungan bagi kehidupan anak kita, anak kita akan selalu terpengaruh dengan keadaan lingkungannya. Kalau keadaannya baik, maka anak kita juga akan baik, tapi kalau lingkungannya buruk maka anak kita akan ikut-ikutan buruk. Seringkali kita tidak bisa memilih kondisi lingkungan yang sesuai dengan keinginan kita.

Masa kanak-kanak sampai remaja adalah adalah masa yang sangat penting untuk orang tua menanamkan good influence kepada anak. Karena penanaman sikap di masa kanak-kanak dan remaja adalah masa terpenting dalam tumbuh-kembang anak manusia, karena di masa tersebut belum banyak hal yang anak kita ketahui dibandingkan masa dewasa mereka kelak. Oleh karena itu, masa kanak-kanak sampai remaja adalah masa pembentukan karakter mereka, apakah karakter yang baik atau sebaliknya.

Beberapa hal berikut ini wajib dilakukan agar dapat menanamkan good influence kepada anak:

  1. Berikan pemahaman kepada anak bahwa kita hidup di dunia ini hanya memiliki dua pilihan, yaitu menjadi orang yang baik atau orang yang tidak baik – dengan bahasa yang mudah dipahami.
  2. Beritahukan kepada anak bahwa menjadi orang yang baik ataupun orang yang tidak baik sama-sama memiliki konsekuensinya masing-masing. Pahamkan anak dengan konsekuensi yang akan mereka terima, sekali lagi dengan bahasa yang mudah mereka pahami.
  3. Ajarkan kepada anak betapa pentingnya kita menjadi seseorang yang memiliki good influence di dalam kehidupan ini. Karena kehidupan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Apakah kita ingin menjadi korban, atau pelaku kebaikan. Pilihan tersebut ada di tangan kita masing-masing.
  4. Awasi aktivitas anak agar tidak terpengaruh dengan lingkungan buruk yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologisnya, serta membuatnya menjadi sosok pembangkang ataupun pemarah.
  5. Dengarkan dengan penuh perhatian ketika anak bercerita, bertanya, atau mengungkapkan pendapat. Dengan mendengarkan anak, kita dapat lebih mengenal dan memahami bagaimana kondisi psikologis mereka.

( sumber: https://www.ibudanbalita.com/artikel/apa-saja-yang-pengaruhi-perkembangan-psikologi-anak )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *