Cara Mengendalikan Emosi Anak

Cara Mengendalikan Emosi Anak; Orang tua banyak yang bingung tak tahu harus berbuat apa (kalau) melihat emosi si kecil yang sering ‘meledak’ tanpa bisa dikendalikan. Kondisi anak yang sulit mengendalikan emosi kerap dikenal sebagai tantrum.

Memahami bagaimana cara mengontrol emosi pada anak tentu saja perlu dilakukan sejak dini, terutama ketika si kecil sudah mulai tantrum. Kondisi ini terjadi karena anak masih sulit untuk mengontrol emosinya sehingga ia hanya bisa memberikan respon dengan cara menangis berlebihan, menjerit-jerit, berguling-guling, headbanging atau perilaku menyakiti diri sendiri. Umumnya, tantrum ini akan dialami anak usia 2 hingga 4 tahun. Para psikolog mengatakan bahwa tantrum ini umum terjadi, bahkan 23 – 83 persen anak akan mengalaminya.

Tantrum ini dapat diartikan sebagai hasil dari energi tinggi dan kemampuan yang tidak mencukupi dalam mengungkapkan keinginan atau kebutuhannya. Berhubung anak-anak belum bisa mengeluarkannya dalam kata-kata, akhirnya yang keluar dalam bentuk tantrum seperti itu. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengontrol emosi anak yang meledak-ledak:

  1. Tenangkan diri.

Saat sedang merasa emosi melihat perilaku anak, coba tenangkan diri Anda terlebih dahulu. Hindari kekerasan: membentak, atau memukul. Kalau perlu, tinggalkan sejenak si kecil untuk menenangkan diri. Misalnya mengambil minum agar bisa lebih tenang.

  1. Ambil posisi sejajar dengan anak.

Saat ingin bicara dengan anak, ambil posisi sejajar dan lakukan kontak mata dengan penuh kasih sayang. Tetaplah lemah lembut dan ramah.

  1. Turunkan ‘ekspektasi’ Anda terhadap anak Anda.

Sadarilah bahwa si kecil masih memiliki banyak keterbatasan, sehingga Anda tak perlu memiliki harapan yang terlalu tinggi. Sebagai contoh, jika usia si kecil masih 3 tahun, tentu masih belum memiliki kemampuan untuk bisa membereskan mainannya seorang diri dengan hasil yang maksimal. Artinya, ia masih perlu dibantu dan didampingi.

Dengan memiliki harapan yang wajar, itu dapat membantu Anda menekan emosi yang berlebih (kepada anak Anda). Karena ketika Anda tak mampu mengendalikan emosi, itu akan memengaruhi pola asuh anak dan perkembangan si kecil nantinya. Tanpa kemampuan mengontrol emosi, anak pun akan merasa tidak nyaman saat bersama Anda –timbul rasa takut, dan akhirnya si kecil akan menjaga jarak dengan orangtuanya– sehingga hubungan keluarga pun tidak lagi hangat.

( sumber: https://www.ruangmom.com/cara-mengendalikan-emosi.html )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *