Memperlakukan Tetangga

Memperlakukan Tetangga; Kita adalah manusia yang disebut sebagai mahluk sosial. Pada dasarnya kita memang memerlukan orang lain dalam menjalani kehidupan. Maka tolong menolong antar sesama itu sudah menjadi suatu ‘ketentuan’ dari Tuhan yang menciptakan kita. Tidak ada manusia yang berdiri sendiri melakukan segala hal dalam hidupnya tanpa bantuan dari orang lain. Kalau kita ingin orang lain membantu kita, maka kita pun sudah semestinya membantu orang lain.

Nah, orang-orang terdekat dari tempat tinggal kita –di mana kita hidup dan berktivitas– tentu saja tetangga kita. Terciptanya hubungan yang harmonis dengan tetangga akan menciptakan hubungan yang baik pula dalam lingkungan masyarakat di mana kita berada. Ini akan menjadi ‘simbiosis’ yang menguntungkan (mutualisme) bagi semuanya.

Lalu, bagaimana cara memperlakukan tetangga agar hubungan selalu baik dan harmonis?

  1. Memberi makanan atau hadiah

“Bukanlah orang yang beriman, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.” begitulah sabda Sang Nabi. Tak hanya bicara, beliau pun sering memberikan hadiah kepada tetangga-tetangganya, tanpa harus menunggu momen ulang tahun ataupun acara ritual/seremonial tertentu lainnya.

  1. Tidak mengganggu

Tentu tidak ada orang yang senang diganggu, begitu pula kita –dan tetangga kita. Padahal banyak sekali gangguan yang bisa ditimbulkan meski kita tidak bermaksud untuk mengganggu, seperti: suara musik yang terlalu kencang sampai terdengar oleh tetangga kita, bau busuk dari sampah yang lupa dibuang, suara petasan, suara anjing, pohon yang dahan dan rantingnya masuk halaman/rumah tetangga, dan lain sebagainya.

  1. Saling pengertian

Biasanya kita bisa saling pengertian kepada teman atau sahabat dekat. Padahal, kata Nabi: “Sebaik-baik sahabat adalah yang paling baik terhadap sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya…” itu berarti tidak (terbatas) hanya teman/sahabat, tetangga pun harus kita sikapi demikian. Begitu pula kalau tetangga kita beda keyakinan, misalnya… maka kita pun harus memiliki sikap serupa.

  1. Saling memaafkan

Mungkin hal ini tidaklah mudah apabila tetangga kita pernah menyakiti kita. Namun tahuka bahwa Nabi pernah bersabda: Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah… disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya…  Nah, kalau kita ingin hidup bahagia, tak hanya di dunia, tetapi juga di kehidupan ‘mendatang’, maka jadilah orang yang suka memaafkan –apalagi kepada tetangga kita sendiri.

( sumber: https://www.hisbah.net/adab-bertetangga/ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *