MENGAJARKAN ANAK SELALU OPTIMIS

Mengajarkan Anak Selalu Optimis; Memang tidak selamanya hidup ini berjalan lancar dan baik-baik saja, tetapi semua bisa menjadi lebih baik ketika kita belajar mengatasi masalah dan tetap optimis. Nah, banyak anak, terutama yang sudah terbiasa hidup ‘enak’, tidak siap ketika mengalami kegagalan ataupun ‘cobaan hidup’ yang berat.

Maka orangtua sudah seharusnya mengajarkan optimisme pada anak-anaknya. Tak hanya memberikan semangat, tetapi juga meningkatkan kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup. Namun pada kenyataannya tidak selamanya orangtua selalu mendampingi anak-anaknya. Untuk itu, sangat penting memberikan pembekalan sedari dini untuk melatih mental dan kepribadian anak. Ketika hidup menjadi sulit, semua orangtua ingin anak-anaknya supaya tetap bertahan dan berjalan.

  1. Menjadi Model Optimisme Itu Sendiri

Orangtua adalah role model buat anak-anaknya. Kalau orangtua ingin anak-anaknya memiliki kepribadian yang optimis, orangtua semestinya memulai dari diri sendiri. Jangan pernah menunjukkan sikap negatif ke anak-anak. Misalnya dengan mengatakan, “Semua salah” atau “Tidak akan pernah ada uang yang cukup”. Semakin orangtua sering mengeluh semakin besar kemungkinan anak-anak memiliki sifat yang sama. Jika orangtua ingin membantu anak-anak menjadi lebih bersemangat, mulailah dengan memiliki pandangan bersemangat itu sendiri.

  1. Menumbuhkan Sikap Bersyukur pada Anak-Anak

Untuk memulai kebiasaan ini, dorong semua anggota keluarga untuk membagikan satu hal baik yang terjadi atau yang mereka syukuri. Secara natural ini akan merangsang pengalaman yang patut disyukuri setiap harinya

  1. Ajari Anak Mengenai Tanggung jawab

Cara yang baik untuk mengenalkan anak akan sikap ini adalah dengan memberikan tugas rumah tangga yang sesuai dengan usia mereka. Ini tidak hanya mengajarkan tanggung jawab, tetapi juga membantu menumbuhkan kepercayaan diri dan membuat mereka merasa mampu. Selain itu, belajarlah untuk melepaskan kendali sesekali dan dorong anak-anak untuk mencoba sesuatu yang baru, mempelajari keterampilan dan hobi baru, termasuk melakukan perjalanan tanpa orangtua. 

  1. Memberikan Batasan pada Penggunaan Media Sosial

Tidak semua yang ada di dunia online itu baik. Informasi yang buruk maupun tidak pantas untuk anak-anak secara terus-menerus dapat melemahkan anak-anak dan memengaruhi cara pandang mereka. Cara terbaik untuk meminimalkan dampak-dampak negatif dari perkembangan media sosial adalah dengan mengadakan makan malam tanpa gadget. Orangtua perlu mengatur acara keluarga dimana semua anggota hanya terhubung dan menikmati kebersamaan satu sama lain.

( sumber: https://www.halodoc.com/artikel/cara-mengajarkan-anak-mejadi-pribadi-yang-optimis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *