Mengenalkan Tuhan kepada Anak sejak Dini

Mengenalkan Tuhan kepada Anak sejak Dini – Bagaimana cara seorang guru mengenalkan adanya Tuhan untuk anak didiknya terutama anak usia dini? pasti kalau tidak ada konsep anda akan kebingungan untuk menjawabnya, namun tidak boleh berbohong jika ingin mengenalkan Tuhan kepada mereka, sedikit berbohong kepada anak didik terutama anak usia dini maka akan mereka ingat sampai mereka dewasa karena ingatan mereka di usia itu sangat kuat. Diusia-usia ini anak ingin tahunya sangat besar, mereka akan sering bertanya kepada orangtua atau  gurunya, nah supaya guru mampu menjawab pertanyaan anak  maka  guru harus mempunyai banyak pengetahuan yang mana bisa sebagai bekal pengetahuan untuk anak-anak didiknya, cara mengenalkan Tuhan terutama bagi umat muslim kepada anak usia dini ada beberapa cara yaitu:

  1. Harus jujur

    Untuk mengenalkan adanya Tuhan kepada anak maka orangtua atau pengajar harus jujur, mengapa demikian? Karena apabila orangtua atau guru mengenalkan anak tentang Tuhan dengan berbohong maka dia akan mengingatnya sampai dewasa dan itu akan berdampak buruk bagi pengetahuan anak tentang Tuhan waktu dia dewasa oleh karena itu orangtua harus membenarkannya. Rasa ingin tahu anak sangat besar ketika dia kecil terutama tetang Tuhan. Seperti contoh, ada seorang anak TK bertanya kepada Ibunya, “Mama.. Mama.. siapa itu Tuhan? kok Ibu Guru di sekolah sering menyebut nama Tuhan jika berdoa?” Sang Ibu menjawab “Tuhan itu yang menciptakan adek dan seluruh alam semesta ini” sang anak bertanya lagi “Sekarang Tuhan ada dimana Ma?”

    Sang Ibu menjawabnya lagi “Tuhan ada di langit bersama orang-orang yang sudah meninggal sayang, orang yang sudah meninggal pasti akan bertemu Tuhan”, pertanyaan satu apabila dijawab akan muncul pertanyaan baru lagi, kenapa? Karena anak kecil itu rasa ingin tahunya sangat tinggi, jadi seorang guru atau orangtua jangan membentak atau menyuruh diam jika anaknya banyak bertanya, karena pada masa usia ini anak pengetahuannya akan bertambah dan kognitifnya mulai berjalan, namun apabila seorang Ibu menyuruh anaknya untuk diam maka anak akan takut dan tidak akan berani untuk bertanya lagi hal itu akan dia bawa sampai dia dewasa nanti.

  2. Mengambil contoh di alam sekitar yang anak mampu mengerti

    Mengenalkan Tuhan harus mampu membuat anak mengerti dan bukan malah membuat anak menjadi kebingungan mencari keberadaan Tuhan, namun sebagai orangtua harus mampu menjawab dengan sebenar-benarnya yang dapat dimengerti oleh anak. Dulu ketika saya masih kecil yang ada di pikiran saya tentang Tuhan yaitu Tuhan adalah seseorang yang baik perangainya dan mempunyai hidung, mata, telinga, kaki dan lain sebagainya itu serba besar kita bisa menyebutnya dengan monster, namun setelah kita dewasa kita tahu ternyata Tuhan tidak seperti yang saya bayangkan ketika saya waktu kecil. Guru bisa mengenalkan dari hal yang terkecil yaitu dengan mengenalkan sifat-sifat Tuhan Seperti wujud, qidam, baqo dan seterusnya, jika ada anak bertanya Tuhan itu bentuknya seperti apa, bagaimana seorang guru ntuk menjawab pertanyaan itu, maka guru bisa mencontohkan hasil ciptaan Tuhan yang ada di dunia saja karena tidak ada yang tahu bagaimana bentuk asli Tuhan, seperti saat anak bertanya bagaimana bentuk Tuhan maka kita bisa menjawab bahwa Tuhan itu tidak ada bentuknya namun Tuhan ada buktinya Tuhan banyak menciptakan makhluk didunia

  3. Mengajak anak untuk berkunjung ketempat beribadah

    Selanjutnya bagaimana mengenalkan Tuhan kepada anak? Yaitu melalui cara mengajak anak untuk pergi berkunjung ke tempat-tempat beribadahya orang muslim, seperti masjid, ketika anak diajak untuk ke masjid maka anak diberi tahu do’a ketika masuk masjid dan keluar masjid, anak juga diajak untuk melaksanakan sholat berjama’ah disana. Selain itu anak juga dikenalkan tentang tulisan-tulisan kaligrafi yang biasanya di temukan di masjid dan mengenalkan kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada nabi muhammad. Seorang guru juga bisa memberi tahu bagaimana caranya untuk berwudhu. Sangat banyak hal yang anak ketahui tentang Tuhan sebelum mereka dewasa.

  4. Mengajarkan anak lagu-lagu tentang kekuasaan Tuhan

    Untuk mengenalkan anak keberadaan Tuhan terutama untuk anak muslim yaitu bisa dengan cara mengenalkan nyanyian atau lagu anak-anak tentang ketuhanan, biasanya seperti lagu nama-nama Allah (Asmaul Husna), Rukun Islam, Rukun Iman, Nama-nama Nabi Allah dan masih banyak lagi lagu-lagu yang bisa dikenalkan untuk anak supaya anak mengenal akan adanya Tuhan. Pengenalan melalui lagu ini anak sangat bermanfaat bagi anak karena dengan lagu anak akan mudah untuk menghafalnya dan akan teringat difikiran anak. Tanpa harus menyuruh anak untuk menghafal. Ketika guru mengajarkan anak tentang lagu-lagu yang berkaitan dengan Tuhan maka bisa juga memberikan gerakan yang sesuai dengan lagu tersebut, kenapa demikian? Karena ketika anak bernyanyi sambil bergerak anak bisa mudah mengingat, bukan hanya anak saja yang mudah mengingat dengan gerakan dan nyanyian namun terkadang kita juga seperti itu, selain dapat memudahkan untuk mengingat namun juga bisa membuat anak merasa percaya diri dan mampu bergerak luas sesuai dengan yang diinginkan anak.

  5. Membacakan cerita-cerita tentang ketuhanan

    Membacakan cerita atau dongeng untuk anak yang berkaitan dengan ketuhanan, tidak hanya ketika di sekolah, namun ketika dia di rumah juga bisa dibacakan dongeng sebelum tidur, hal ini akan memudahkan anak untuk mengingat jalan ceritanya, dan anak akan lebih mengenal akan keesaan Tuhan. Biasanya mendongeng atau bercerita ini bisa menggunakan media yang menarik untuk bercerita sehingga anak akan merasa tertarik dan senang untuk mendengarkan ceritanya, media yang dapat digunakan seperti media boneka jari, boneka tangan, yang mirip dengan tokoh yang ada di buku cerita yang akan kita baca atau media sesuai dengan kisah yang akan kita ceritakan.

Demikian adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan Tuhan kepada anak sejak dini. Semoga mempermudah para guru atau orangtua untuk mengenalkan kepada anak tentang Tuhan, sehingga anak bisa lebih dekat, kenal, dan merasakan adanya Tuhan dalam hidup mereka.

(sumber: Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *