Minat Baca dan Literasi

Minat Baca dan Literasi; Anak-anak zaman sekarang lebih ‘betah’ bermain gadget ataupun video game daripada membaca buku atau bacaan yang lainnya. Padahal kualitas kehidupan masyarakat di suatu negara atau daerah sangat dipengaruhi budaya baca di negara ataupun daerah tersebut.

Bangsa yang memiliki budaya baca yang tinggi, kehidupan masyarakatnya sangat beradab karena masyarakat tersebut memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, dan ini mempengaruhi pola pikir mereka sehingga aktifitas kehidupan mereka pun menjadi lebih baik –karena mereka menjadi manusia-manusia yang senang berpikir sebelum bertindak.

Tak heran kalau bangsa kita selalu ketinggalan dalam urusan kemakmuran dengan bangsa lain, karena budaya baca di negara kita sangat rendah. Sejak kanak-kanak tidak dibiasakan untuk senang membaca, melainkan hanya untuk bisa membaca –dimana “sudah bisa baca” adalah persyaratan untuk masuk sekolah tingkat dasar (jadi kalau belum bisa baca, tidak bisa masuk SD). Akhirnya mereka tidak menikmati (budaya) membaca.

Bahkan buku-buku yang mereka wajib baca adalah buku-buku pelajaran saja –bukannya buku-buku yang mereka sukai. Akhirnya mereka tidak menikmati (budaya) membaca –ternyata kitalah yang secara tidak sadar mematikan keinginan anak-anak kita untuk gemar membaca. Nah, kalau kita ingin agar anak-anak kita memiliki literasi (budaya membaca) yang baik, maka biarkan anak memilih bahan bacaan yang mereka sukai, jangan dipaksa membaca buku pelajaran saja –agar mereka menganggap membaca adalah hal yang mengasyikkan, bukan hal yang membebani.

Budaya baca harus dibiasakan sejak usia anak sedini mungkin, tetapi dengan bahan bacaan yang disesuaikan dengan tingkatan umur mereka. Memupuk kebiasaan itu tidak sebentar, dan kalau kita terlambat memupuk budaya baca di keluarga kita, akibatnya anak-anak kita menghindar kalau mereka disuruh membaca buku, karena belum terbentuknya karakter suka membaca di dalam diri mereka.

Literasi merupakan dasar bagi seseorang untuk memperoleh pengetahuan, maka literasi itu sendiri tak terpisahkan dari dunia pendidikan, merupakan faktor utama yang menjadi sarana dalam kegiatan belajar mengajar dan di dunia sains (ilmu pengetahuan). Artinya kemampuan literasi –apalagi di era teknologi informasi saat ini– sangat dibutuhkan untuk memperbaiki bangsa ini.

( sumber: http://koranbogor.com/bogor-now/menumbuhkan-minat-baca-dengan-budaya-literasi/ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *