Nutrisi untuk Anak

Nutrisi untuk Anak; Orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam membesarkan anaknya. Bukan hanya fisiknya yang dibesarkan – dengan memberikan anaknya nutrisi bagi tubuh (makanan dan minuman) yang terbaik – tetapi juga nutrisi batinnya yang harus dipenuhi dengan baik. Ketika batin anak kita sudah dipenuhi dengan hal-hal yang positif, maka secara langsung anak kita sudah memiliki pola pikir yang baik di dalam dirinya.

Pola pikir yang baik merupakan awal dari masa depan yang baik. Sedangkan masa depan anak tergantung bagaimana cara orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya sejak mereka kecil hingga dewasa. Cara kita (orang tua) memperlakukan mereka sejak kecil juga merupakan pondasi awal dari sehatnya mental yang anak-anak kita miliki.

Tidak semua orang tua menyadari hal tersebut. Seringkali mereka memperlakukan anak-anak mereka seperti mereka dulu diperlakukan oleh orang tuanya. Jangan sampai pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” menjadi hal yang selalu terjadi berulang-ulang dalam ‘siklus’ yang tidak baik. Karena kita diberikan akal pikiran oleh Tuhan, maka meskipun dulu kita (misalnya) tidak diperlakukan dengan baik oleh orang tua, maka kita dapat menjadikannya pembelajaran agar kita tidak mengulanginya lagi kepada anak-anak kita.

Hal berikut ini harus disadari oleh para orang tua, bahkan seluruh orang tua di seluruh dunia:

  1. Anak-anak tak hanya membutuhkan nutrisi makanan yang terbaik saja dalam tumbuh kembangnya tetapi anak lebih membutuhkan nutrisi batin yang harus lebih terpenuhi, karena akan berdampak kepada kesehatan mental anak, dan ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosial, perkembangan emosi, bahkan kesehatan fisiknya. Sedangkan kesehatan fisik dimulai dari mental yang sehat.
  2. Penuhi anak dengan kasih sayang yang tulus dari kita sebagai orang tua, bahwa kita peduli dengan mereka, karena anak yang dipenuhi dengan rasa kasih sayang dalam tumbuh kembangnya akan menjadi anak-anak yang memiliki mental yang kuat dan otomatis memiliki rasa percaya diri yang kuat dalam menghadapi masa depannya. Tetapi perlu diingat bahwa bentuk kasih sayang itu bukan dengan memanjakan anak, karena memanjakan adalah bentuk kasih sayang yang berlebihan – bukannya  berdampak positif, malah sebaliknya, anak-anak akan memiliki mental yang lemah.
  3. Olahraga bersama juga dapat memacu tumbuh kembang anak secara optimal. Ikatan batin atau bonding yang erat penting untuk memberikan unconditional love bagi anak.
  4. Orang tua harus pandai mengatur waktu antara pekerjaan dan si kecil. Karena waktu yang berkualitas (quality time) adalah juga penentu keeratan hubungan.

( sumber: https://milklife.id/olahraga-bersama-anak-dapat-mempererat-ikatan-batin-antara-ibu-dan-buah-hati-jangan-lupa-memenuhi-kebutuhan-nutrisi-anak/ )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *