Orang tua idola Anak

Orang tua idola Anak; Bayangkan kita menjadi anak-anak lagi, lalu Ayah dan Bunda berbicara kepada kita dengan mimik wajah yang selalu serius, kaku, pertanyaannya seputar PR dan pelajaran sekolah, selalu menasehati, sering marah-marah, dan sebagainya. Bagaimana rasanya? Nyaman tidak? Perasaan itulah yang ada di benak anak saat sedang bersama orang tuanya.

Bagaimana mungkin anak mengidolakan Ayah dan Bunda kalau mereka saja tidak merasa nyaman dan senang ketika sedang bersama orang tuanya. Lalu mereka akan mendengarkan siapa? Bisa temannya, karena mereka lebih senang bergaul dengan mereka. Atau bisa juga artis idola mereka. Bahkan mereka mungkin saja meniru idolanya, entah itu artis luar negeri, dalam negeri, ataupun atlit sepakbola –siapa pun, tapi bukan Ayah/Bunda.

Miris bukan? Oleh karena itu, ada baiknya Ayah dan Bunda melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Kenali dengan baik karakter anak

Sikap yang tepat tidak bisa kita dapatkan apabila kita tidak mengenal karakter anak. Kalau anak tidak suka menari, misalnya, jangan paksa les balet atau modern dance. Memahami karakter anak adalah dasar untuk menentukan pola didik yang tepat untuk anak.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Ketika anak sedang membutuhkan Ayah atau Bunda, luangkan waktu untuk mendengarkan. Hentikan sejenak hal yang sedang Ayah atau Bunda kerjakan. Jadilah pendengar yang baik tanpa menyela atau terburu-buru berkomentar dan mengevaluasi.

  1. Jadilah orang tua yang humoris, membuat anak tersenyum dan tertawa

Rasa humor (sense of humor) wajib dilmiliki oleh para orang tua. Komunikasi dengan anak akan menjadi lebih ‘hangat’ kalau Ayah dan Bunda memiliki rasa humor. Percayalah, anak akan mudah ‘lengket’ dan senang mengobrol berlama-lama dengan orang tuanya.

  1. Tahanlah amarah dan emosi

Ketika sedang marah, Anda lebih baik tidak bicara dengan anak. Atau kalau Anda merasa ingin marah, segera cuci wajah dan basuh kepala Anda. Rasa panas saat marah akan menurun apabila terkena air. Jangan sampai anak menjadi korban pelampiasan emosi Anda. Kalau itu sampai terjadi, maka anak akan mencap Anda sebagai pemarah.

  1. Rekreasi secara rutin

Banyak tempat wisata yang menjadi daya tarik bagi anak. Rekreasi bisa membuat suasana hati anak gembira. Bahkan orang tua pun dapat mengendurkan saraf dan emosi yang diakibatkan oleh beban hidup, hehe. Suasana rileks dapat membuat hubungan anggota keluarga lebih harmonis.

  1. Turut serta bermain dengan anak dalam kegiatan yang mereka sukai

Dunia anak adalah dunia bermain. Ketika mereka sedang bermain, suasana hatinya senang dan gembira. Ikutlah bersenang-senang, walau Anda mungkin tidak suka karena permainannya tidak cocok bagi Anda. Namun demi menyenangkan dan memenangkan hati anak, Anda tidak boleh malu apalagi gengsi.

( sumber: https://pondokibu.com/menjadi-orang-tua-yang-menyenangkan.html

https://elshinta.com/news/204755/2020/04/21/bagaimana-menjadi-ayah-idola-bagi-anak )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *