Panduan Mencari Sekolah Terbaik Untuk Anak (1)

Panduan Mencari Sekolah Terbaik Untuk Anak (1);

Orangtua mana yang tak ingin agar anaknya mendapatkan pendidikan terbaik? Karena anak merupakan amanah terpenting yang Tuhan ‘titipkan’ kepada para orangtua. Kesuksesan sang anak di masa depan (baik di dunia maupun di akhirat) merupakan tujuan yang diimpikan setiap orangtua.

Nah, bagaimana agar tujuan itu dapat terwujud? Salah satu cara meraihnya adalah melalui pendidikan yang berkualitas. Pendidikan untuk anak merupakan investasi jangka panjang yang harus diperjuangkan oleh setiap orangtua sehingga tidak boleh sembarangan memilih sekolah yang baik untuk anak.

Tidak sedikit orangtua yang rela membayar mahal demi meraih pendidikan yang berkualitas di sekolah dengan fasilitas termewah. Namun ternyata (pada akhirnya), mahal/tidaknya sebuah sekolah belum tentu berbanding lurus dengan kualitas siswa –hasil didikannya.

Selain itu, perlu dipahami juga (terkait pendidikan sang buah hati) bahwa mimpi orangtua tidak selalu harus menjadi mimpi sang anak. Ambisi orangtua terhadap anaknya bisa ‘menghancurkan’ sang anak apabila anaknya itu tidak memiliki minat yang sama terhadap apa yang menjadi ambisi sang ortu. Sebagai contoh: ambisi orangtua yang berprofesi sebagai dokter agar anaknya juga menjadi dokter –seperti dirinya– dapat membuat sang anak stress berat kalau anaknya itu ternyata bercita-cita menjadi seorang seniman. Apalagi kalau ditambah dengan faktor psikologis, bahwa ternyata sang anak selalu pingsan kalau melihat darah, misalnya.

Maka orangtua haruslah bijak dan tidak otoriter, namun tetap dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Nah, faktor-faktor apa saja yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih sekolah atau pendidikan untuk sang buah hati?

  1. Kecocokan sekolah dengan anak

Tidak semua anak cocok dengan sekolah umum, boleh jadi mereka hanya cocok di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan tertentu, yang lebih spesifik, lebih khusus, ataupun lebih fleksibel. Hal ini meliputi:

  1. sistem belajar di sekolah yang bersangkutan
  2. lingkungannya –di dalam, maupun di luar sekolah
  3. kultur (budaya) yang sudah terbentuk di sekolah itu
  4. Faktor dalam diri anak
  • (i) Umur anak: tak perlu memasukkan anak yang masih balita, atau masih belum sampai 7 tahun ke sekolah yang sudah mengajarkan calistung. Otak anak usia balita masih belum matang dan lebih aktif untuk belajar sambil bermain (melalui permainan).
  • (ii) Bakat dan minat anak: apabila sang anak sudah jelas bakat dan minatnya itu sangat besar di bidang olahraga sepakbola, misalnya, maka sekolah sepakbola adalah pilihan terbaik bagi sang anak.
  1. Karakter kepribadian
  2. Aktif : anak aktif cocok di sekolah yang banyak kegiatan olahraga.
  3. Hobi : temukan sekolah yang dapat menyalurkan –sekaligus mengasah– hobi anak.
  4. ‘Pede’ : sekolah yang dapat membentuk rasa ‘percaya diri’ anak.
  5. Senang belajar : sekolah yang menyenangkan dan ramah anak, baik metodenya maupun para guru dan stafnya membuat anak-anak betah di sekolah, bahkan mereka akan ‘haus’ belajar, bukannya merasa tertekan oleh pelajaran-pelajaran.
  6. Problem solver : sekolah yang hanya menerapkan hafalan tidak cocok untuk anak-anak yang lebih kreatif dalam memecahkan masalah.

 

(sumber: theasianparent.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *