Panduan Mencari Sekolah Terbaik Untuk Anak (2)

Panduan Mencari Sekolah Terbaik Untuk Anak  (2); Tidak sedikit orangtua yang rela membayar mahal demi meraih pendidikan yang berkualitas di sekolah dengan fasilitas termewah. Namun ternyata (pada akhirnya), mahal/tidaknya sebuah sekolah belum tentu berbanding lurus dengan kualitas siswa –hasil didikannya.

Nah, faktor-faktor apa saja yang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memilih sekolah atau pendidikan untuk sang buah hati?  – artikel sebelumnya sudah membahas sampai poin ke-3, dan berikut adalah poin-poin berikutnya:

  1. Potensi kecerdasan anak

Ketahui sejak dini potensi kecerdasan anak, bakat, dan minatnya. Ada anak yang memiliki kecerdasan ‘musikal’ yang tinggi, maka apabila anak itu dimasukkan ke sekolah musik yang tepat, maka dia bisa menjadi sangat berprestasi dan menonjol (menjadi musisi cilik yang handal).  Anak yang sangat berpotensi di bidang bahasa tidak perlu dimasukkan ke jurusan IPA, atau Akuntansi, misalnya.

Untuk mengetahui jenis-jenis kecerdasan, silakan baca artikel kami tentang multiple intelligence.

  1. Faktor intrinsik dan ekstrinsik sekolah
  • Letak sekolah: cari sekolah yang dekat, jangan terlalu jauh agar lebih mudah diakses, dan tidak habis waktu di perjalanan.
  • Waktu belajar: apabila durasi belajar terlalu lama, maka hal ini dapat membuat anak stres. Karena mereka juga butuh waktu untuk bermain dan beristirahat.
  • Sistem pendidikan: sistem (maupun metode) pendidikan sekolah yang baik dan efektif akan melejitkan potensi siswanya. Hasil belajarnya pun jelas dan terukur.
  1. Selain peran sekolah, memotivasi dan mendorong anak agar menekuni bidang yang mereka kuasai dan sukai adalah (juga) tanggungjawab para orangtua

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, jangan paksa anak untuk masuk jurusan IPA, atau Akuntansi, apabila potensi, bakat, dan minatnya itu adalah Bahasa, misalnya. Karena apabila mereka gagal –di bidang yang tidak mereka kuasai itu– lalu mereka kecewa dan merasa ‘down’, maka kepercayaan dirinya akan hilang. Padahal mereka bisa jauh lebih baik di bidang yang memang mereka kuasai, namun karena sudah kehilangan rasa percaya diri, maka mereka sudah tidak mau mencobanya, apalagi berjuang keras untuk itu.

Jangan merendahkan atau mencela ketidakmampuan mereka dalam bidang yang tidak mereka kuasai. Sebaliknya, pujilah prestasi mereka, effort mereka, ketika mereka sudah mencoba dan bahkan berusaha keras untuk berkarya dalam bidang yang mereka sukai.

 

(sumber: theasianparent.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *