Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini untuk Selamatkan Indonesia

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini Korupsi merupakan salah satu tindakan atau perbuatan yang dapat merugikan dan harus segera dilakukan pencegahan dan penindakan secara serius juga tegas di Indonesia. Pengertian dari tindak pidana korupsi sendiri berdasarkan undang-undang 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak korupsi yang saat ini sudah di perbaharui menjadi undang-undang nomor 20 tahun 2001 adalah setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan untuk memperkaya diri sendiri atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Pengertian dari korporasi sendiri adalah kumpulan orang dan/atau kekayaan yang terorganisir, baik merupakan badan hukum maupun bukan berupa badan hukum. Sehingga dari pengertian mengenai korupsi bisa simpulkan bahwa korupsi adalah setiap orang atau korporasi baik itu yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum yang secara melawan hukum merugikan keuangan negara atau perekonomian negara untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, dan juga suatu korporasi maka perbuatan tersebut bisa dikatakan perbuatan tindak pidana dan juga bisa dilakukan penegakan hukum bagi siapa saja yang melakukan korupsi tersebut. 

Sampai hari ini di Indonesia masih banyak terjadi kasus-kasus korupsi yang diungkap oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan juga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Indonesia memiliki peringkat tertinggi terhadap kejahatan korupsi diAsia bahkan sampai dengan level peringkat dunia. Berdasarkan kutipan yang bersumber dari news.detik.com pada tanggal 29 januari 2019, indeks persepsi korupsi (IPK) di tahun 2019, Indonesia naik menjadi 38 dimana menurut Transparency International Indonesia atau TII, Indonesia menduduki peringkat ke-89 negara terkorup di dunia. Oleh karena itu Indonesia bisa dikatakan negara yang darurat akan korupsi yang harus diselamatkan  apabila tindakan korupsi ini dibiarkan terus menerus akan membuat negara Indonesia menjadi hancur ke depannya.

Darurat korupsi di Indonesia menandakan bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah terpengaruh dengan virus korupsi sehingga pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya tidak hanya menekankan pada penindakan hukum dan pengungkapan pelaku kasus korupsi saja, tindakan pencegahan juga harus mulai dilakakukan dengan cara memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini sehingga dengan memberikan pendidikan anti korupsi  kepada anak-anak sejak dini anak-anak nantinya akan mengetahui tentang bahaya dan dampak dari perilaku korupsi itu sendiri, sehingga efek dan dampaknya pada saat tumbuh dewasa mereka akan memahami bahwa tindakan korupsi adalah tindakan yang tidak dibenarkan yang dapat membuat kerugian bagi negara dan orang lain serta akan ada akibat hukum yang ditimbulkan apabila sesorang melakukan tindakan korupsi. 

Pendidkan antikorupsi sejak dini bisa ditujukan kepada pelajar baik itu kalangan pelajar jenjang sekolah dasar (SD), Sekolah menegah pertama (SMP) dan juga sekolah mengah atas (SMA), bahkan sampai ke tingkat perguruan tinggi. Dalam menamkan pendidikan antikorupsi kepada anak sejak usia dini ini seharusnya yang menjadi promotor adalah dimulai dari keluarga (orang tua) pada saat dirumah, kemudian guru pada saat disekolah, kemudian berlanjut aparat penegak hukum seperti POLRI dan KPK serta lembaga dan juga masyarakat yang terjun langsung turun kelapangan seperti dengan cara melakukan sosialisasi dan  memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada para pelajar terkait tentang pembelajaran korupsi yang meliputi pengertian korupsi, tindakan apa saja yang bisa dikatakan perilaku korupsi baik dari segi perilaku saat disekolah dan juga di luar sekolah, memberikan cara bagaimana mencegah perbuatan korupsi, serta  memberikan pemahaman tentang ancaman hukuman apabila seorang melakukan tindak pidana korupsi. Sehingga dengan melakukan pelajaran antikorupsi tersebut para pelajar akan takut untuk melakukan perbuatan korupsi. Para orang tua, guru, aparat penegak hukum harus berperan aktif mengajarkan dan menanamkan karakter antikorupsi kepada pelajar seperti dengan memberikan 9 nilai karakter anti korupsi, yaitu : 

  1. Jujur
  2. Peduli
  3. Mandiri
  4. Disiplin
  5. Tanggung jawab
  6. Kerja keras
  7. Sederhana
  8. Berani
  9. Adil 

Penjabaran dari 9 nilai karakter anti korupsi tersebut adalah:

  1. Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Kejujuran juga akan terbawa dalam bekerja sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
  2. Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang. Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.
  3. Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkannya untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Jejaring sosial yang dimiliki pribadi yang mandiri dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaannya tetapi tidak untuk mengalihkan tugasnya. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.
  4. Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya. Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.
  5. Tanggung jawab adalah Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
  6. Perbedaan nyata akan jelas terlihat antara seseorang yang mempunyai etos kerja dengan yang tidak memilikinya. Individu yang memiliki etos kerja keras akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa mengeluarkan keringat.
  7. Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan. Ia sadar bahwa mengejar harta tidak akan pernah ada habisnya karena hawa nafsu keserakahan akan selalu memacu untuk mencari harta sebanyak-banyaknya.
  8. Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebatilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya. Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang menyimpang.
  9. Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya. 

Dengan melakukan pendidikan antikorupsi sejak dini yang disasarkan kepada para pelajar dengan memberikan sosialisasi dan juga menanamkan nilai nilai karakter anti korupsi kepada anak anak sejak dini, penulis yakin bahwa kedepan pada saat anak-anak tumbuh dewasa dan sudah mengemban pekerjaan dan jabatan di negara indoneisia ini, maka akan menimbulkan hasil nyata bahwa kasus korupsi di Indonesia kedepannya akan semakin turun karena dampak psikologis dan juga pengetahuan yang sudah ditanamkan sejak kecil tersebut akan tertanam di dalam pikiran juga mindset mereka.

Dampak nyata yang timbul dan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia kedepan akibat dari berkurangngnya kasus korupsi di Indonesia akan menimbulkan efek Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju akibat dampak pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya secara drastis, dan juga juga terus menerus virus kebaikan anti korupsi ini dicanangkan kepada generasi berikutnya maka Indonesia kedepan akan menjadi negara yang bebas dari korupsi dan menjadi negara yang maju di kancah internasional.

(Sumber: Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *