Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Pentingnya Pendidikan Karakter SekolahSebelum membahas pendidikan karakter, kita perlu mengetahui terlebih dahulu arti dari karakter dan definisi dari pendidikan karakter. Ditinjau dari sudut etimologi, kata ‘karakter’ atau ‘character’ berasal dari kata Yunani ‘charassein’.  Webster’s New World Dictionary of the American Language mendefinisikannya sebagai “pola perilaku moral individu”.  Maka pendidikan karakter didefinisikan sebagai upaya membentuk pola perilaku moral individu yang baik lewat proses terus-menerus tanpa henti.

Idealnya pendidikan karakter sudah ditanamkan kepada seorang anak sejak usia dini, di dalam keluarga. Dalam lingkup keluarga, seorang anak akan dibentuk karakter atau pola perilaku moralnya oleh orang tua: ayah dan ibu. Selain keluarga, ada institusi pendidikan lain yang bisa dilibatkan oleh orang tua untuk menanamkan karakter yang baik dalam diri anak-anak mereka. Institusi pendidikan yang dimaksud adalah sekolah. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah mulai dari jenjang pendidikan awal hingga jenjang pendidikan tinggi berkewajiban untuk membentuk karakter setiap peserta didiknya, karena sekolah merupakan partner orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Pertanyaan yang harus diajukan selanjutnya adalah, “Tahap-tahap apakah yang harus dicapai oleh peserta didik dalam pendidikan karakter  yang diterimanya di sekolah?”

Nah, sederhananya: ada tiga tahapan penting yang harus dicapai oleh setiap peserta didik agar mampu menjadi pribadi yang berkarakter baik dalam hidupnya, yaitu knowing good (mengetahui yang baik), feeling good (merasakan yang baik), dan doing good (melakukan yang baik).

Ketiga tahapan tersebut harus dicapai seluruhnya oleh setiap peserta didik dan tidak bisa diabaikan salah satunya. Namun, dalam banyak praktek di sekolah-sekolah yang terjadi adalah sebaliknya. Peserta didik, dalam hal ini adalah siswa, hanya sampai pada tingkatan yang paling dasar dari pendidikan karakter, yaitu knowing good. Dengan kata lain, karakter yang baik baru sebatas teori dalam kepala mereka. Siswa mengerti tentang kualitas karakter yang baik seperti kejujuran, ketaatan, tanggung jawab, dan lain sebagainya, tapi hal tersebut tidak meresap di dalam hati sehingga siswa tidak mampu merasakan, memiliki keinginan, apalagi melakukan kualitas karakter tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Tak heran jika kita masih menjumpai siswa yang masih saja buang sampah sembarangan, tidak bisa antri, bahkan hal-hal yang sudah mengarah ke kriminalitas, seperti: tawuran, narkoba, pemerkosaan, pembunuhan, dll.

Oleh karena itu pendidikan karakter tidak cukup hanya menyentuh akal pikiran, tapi juga hati setiap peserta didik agar mereka mampu menghayati dengan benar, dan pada akhirnya memutuskan untuk melakukan serta memiliki karakter yang baik dalam hidupnya.

Tentu tidak logis jika tuntutan  itu hanya dialamatkan pada peserta didik. Tanggung jawab yang seharusnya lebih besar lagi justru terletak di pundak kita: para orangtua, para guru, para pendidik.. karena bagaimanapun setiap peserta didik atau siswa yang kita bina akan melihat contoh ajaran kita dari perilaku maupun perkataan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, para orangtua dan guru harus menjadi teladan atau pelaku pertama dari karakter yang diajarkan kepada setiap anak didiknya.

Selain keteladanan, guru juga harus menjalin relasi yang baik dengan orang tua peserta didik. Hal ini sangat penting agar guru dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memantau konsistensi perkembangan karakter peserta didik baik di sekolah maupun di rumah. Karna bisa saja terjadi situasi dimana seorang peserta didik berkarakter baik di sekolah tetapi ketika siswa berada di rumah malah terjadi sebaliknya. Seorang siswa bisa menjadi anak yang sangat patuh terhadap guru di sekolah, tetapi menjadi anak yang sangat pemberontak terhadap orang tua di rumah.

Untuk mencegah hal tersebut, guru dan orang tua harus saling bertukar informasi tentang perkembangan karakter anak didik. Kuesioner adalah cara sederhana yang dapat digunakan oleh guru untuk mendapatkan informasi dari orang tua tentang perkembangan karakter anak didiknya di rumah. Kuesioner tersebut berisikan pertanyaan-pertanyaan sederhana berkaitan dengan karakter yang dipelajari anak di sekolah dan orang tua bertugas untuk memberikan jawaban dalam kaitan pelaksanaan karakter tersebut oleh anak di rumah. Informasi dari orang tua yang didapat oleh guru dapat dijadikan salah satu pertimbangan untuk memberikan penilaian terhadap perkembangan karakter anak didik yang bersangkutan. Di samping orang tua, guru juga dapat meminta setiap peserta didiknya untuk menilai perkembangan karakter temannya satu sama lain. Dengan menggabungkan informasi dari orang tua, siswa, maupun dari guru sendiri maka penilaian perkembangan karakter yang diberikan oleh guru kepada setiap peserta didiknya akan lebih obyektif.

Jika pendidikan karakter di sekolah berjalan sebagaimana mestinya, maka setiap peserta didik bukan hanya berkembang dalam hal perilaku moral atau karakternya saja tetapi berdampak pula pada perkembangan akademisnya. Pernyataan ini didasari pada dua alasan. Pertama, jika program pendidikan karakter di sekolah mengembangkan kualitas hubungan antara guru dan anak didik, serta hubungan antara anak didik dengan orang lain, maka secara tidak langsung akan tercipta lingkungan yang baik untuk mengajar dan belajar. Kedua, pendidikan karakter juga mengajarkan kepada siswa tentang kemampuan dan kebiasaan bekerja keras serta selalu berupaya untuk melakukan yang terbaik dalam proses belajar mereka (Thomas Lickona, 2004).

Begitu penting dan bermanfaatnya pendidikan karakter di sekolah, maka sudah menjadi keharusan bagi setiap sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu strong point atau pilar kekuatan sekolah. Apalagi saat ini sekolah lebih leluasa untuk menyusun kurikulumnya sendiri. Namun, untuk mewujudkannya diperlukan komitmen bersama yang kuat baik dari pihak sekolah, guru, orang tua, dan tentu saja siswa. 

Salah satu sekolah yang telah menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah yaitu Fikar School, Pingin tahu lebih dalam tentang sekolah karakter Fikar School? Silahkan hubungi O21-7361684

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *