Peran Seorang Ayah

Peran Seorang Ayah; Ayah adalah sosok yang sangat dihormati, dikagumi, diidolakan, yang tutur katanya selalu kita dengarkan penuh dengan kesungguhan. Wibawanya membuat kita segan untuk berkata-kata yang tidak baik, dan kehadirannya selalu dinanti oleh setiap anggota keluarganya. Apakah kita termasuk sosok seorang ayah yang memiliki kriteria-kriteria tersebut?

Sosok seorang Ayah bisa diibaratkan sebagai seorang nahkoda kapal. Apabila tidak memiliki kapasitas sebagai seorang nahkoda kapal yang baik, apakah itu kepemimpinannya, maupun skill yang harus dimiliki seorang nahkoda kapal agar kapal yang dinahkodainya dapat selamat sampai tujuan, apakah sebuah kapal dapat dengan selamat sampai tujuan? Maka sangat penting bagi seorang ayah memiliki kecakapan-kecakapan sebagai sosok ayah yang dibutuhkan.

Seorang ayah harus memahami peran sebagai seorang ayah yang seharusnya. Kalau tidak, maka akan timbul masalah dan problematika yang tak kunjung teratasi. Ayah adalah pemimpin dari sebuah komunitas yang bernama keluarga. Kalau pemimpinnya baik, maka bisa dipastikan keluarga tersebut juga akan baik adanya, begitu pun sebaliknya. Berikut ini patut menjadi perhatian para ayah:

  1. Sadarilah bahwa sosok ayah tidak dituntut untuk menjadi sempurna, karena memang tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang sempurna. Tetapi seorang ayah dituntut untuk menjadi seorang teladan bagi keluarganya, karena sadar maupun tidak disadari, sosok ayah menjadi cerminan bagi anggota keluarganya. Apabila akhlak seorang ayah itu baik, maka baik pula akhlak keluarganya.
  2. Sadarilah bahwa sosok ayah memiliki peran penting bagi keberlangsungan masa depan keluarganya. Apabila kita menyadari hal tersebut, maka wajib hukumnya bagi kita, para ayah menjadi pejuang hebat yang tidak mengenal kata lelah dalam menjalani tugasnya sebagai seorang pencari nafkah yang halal bagi keluarganya. Tunjukkan kepada dunia seperti semboyan pemadam kebakaran: “Pantang pulang sebelum api padam”.
  3. Sadarilah bahwa ayah terbaik adalah ayah yang mau mengakui kesalahannya apabila ia melakukan kesalahan terhadap keluarganya, bukan seorang ayah yang egois dan tidak mau mengakui kesalahannya apabila memang sudah sangat jelas ia melakukan kesalahan tersebut, karena keluarga kita lebih membutuhkan sosok seorang ayah yang normal dibandingkan sosok seorang ayah yang sempurna –karena mereka mengetahui kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
  4. Tak berbeda dengan ibu, Ayah pun harus menjadi teladan atau role model bagi anak-anaknya. Ayah tidak boleh bersikap semena-mena dan harus selalu berusaha untuk bertindak dengan benar agar anak bisa meniru tindakan tersebut. Apalagi saat anak berada dalam fase suka meniru orang tuanya, maka di sini Ayah harus sangat berhati-hati. Percuma saja meminta anak untuk bersikap baik, sedangkan Ayah tidak memberikan contoh yang serupa. Jika Ayah dapat menjadi teladan yang baik, niscaya akan sangat dihormati oleh seluruh anggota keluarganya.

( sumber: https://www.ibudanbalita.com/artikel/12-tanggung-jawab-ayah-di-dalam-keluarga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *