Tabiat Manusia

Tabiat Manusia; Kalau diibaratkan roda, maka kehidupan ini bagaikan roda yang terus berputar. Ada kalanya kita di atas, dan ada kalanya kita di bawah. Selama kita, manusia, masih hidup… maka Tuhan Sang Pencipta kita, akan terus memberikan ‘sesuatu’ kepada kita –bisa berupa nikmat, bisa juga berupa ujian.

Masalahnya adalah bagaimana kita, manusia, menyikapi ujian itu –entah berupa kesulitan, kelaparan, berkurangnya harta benda, terkena penyakit, dan lain sebagainya. Sering kita lihat, ketika menusia itu mendapatkan nikmat, mereka sangat gembira sampai-sampai lupa bersyukur… sedangkan kalau diberi ujian, manusia sering berkeluh kesah… Mereka menganggap Tuhan tidak adil, tidak peduli, melupakan mereka.

Padahal kalau kita mau jujur kepada diri sendiri, apakah benar Tuhan ‘sejahat’ itu kepada hamba-Nya? Ketika pertama kali Tuhan ciptakan, manusia mendapatkan kesempatan sebagai satu-satunya makhluk yang memperoleh keistimewaan yang belum pernah mahluk lain dapatkan, yaitu: Tuhan meminta seluruh malaikat yang notabene lebih ‘senior’ (sekaligus sebagai mahluk yang paling taat) untuk sujud kepada manusia –betapa Tuhan sangat membanggakan hamba-Nya yang bernama manusia ini.

Nah, apakah kita sudah memiliki kebanggaan yang sama kepada Tuhan yang menciptakan kita? Apakah kita mudah mengeluh dengan keadaan yang terjadi, terutama keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan? Padahal Tuhan ingin memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya itu, tetapi karena manusia belum terbiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan ini, maka seringkali kita bertanya: “Mengapa ini sampai terjadi..?!”

Andai semua manusia tahu bahwa Tuhan itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya, masihkah ingin mempertanyakan kebijaksanaan-Nya? Oleh karenanya:

  1. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif di dalam setiap peristiwa kehidupan kita, yang baik maupun yang buruk menurut kacamata kita… karena Tuhan selalu menitipkan pesan di dalam setiap peristiwa kehidupan kita agar kita mau berpikir –karena itulah yang membedakan manusia dengan mahluk-makhluk lainnya, yaitu kemampuan untuk berpikir.
  2. Jadikan setiap peristiwa kehidupan kita sebagai pembelajaran, karena belum tentu yang menurut kita baik adalah hal yang baik untuk kita, pun sebaliknya… karena Tuhan Maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
  3. Selalu optimis dalam menjalani setiap fase kehidupan kita, karena sikap pesimis tidak akan pernah menyelesaikan masalah di dalam kehidupan ini. Jadi alangkah baiknya kita selalu bergairah dalam menjalani kehidupan ini karena hidup tanpa memiliki gairah ibarat peribahasa: “Hidup segan, mati pun tak mau”. Inikah yang kita inginkan wahai Manusia..??

( sumber: https://tafsirq.com/tag/tabiat-tabiat+manusia )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *