<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekolah artis Archives - Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</title>
	<atom:link href="https://www.fikarschool.sch.id/tag/sekolah-artis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.fikarschool.sch.id/tag/sekolah-artis/</link>
	<description>A School that feels like home - sekolah merdeka jakarta dan sekolah murid merdeka Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Oct 2023 09:19:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Menjadi Orang Beruntung</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/menjadi-orang-beruntung/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/menjadi-orang-beruntung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 07:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5074</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi Orang Beruntung; Apakah beruntung itu? Biasanya orang dianggap beruntung kalau dia kaya, punya banyak harta, uang, atau cantik, tampan, atau berhasil memperoleh apa yang diinginkan. Sedangkan orang yang dianggap kurang beruntung itu sebaliknya. Benrkah demikian? Bisa saja, kalau timbangannya itu hawa nafsu, atau pendapat manusia. Tapi kalau menurut Tuhan yang disampaikan oleh para nabi utusan-Nya, orang yang beruntung itu</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/menjadi-orang-beruntung/">Menjadi Orang Beruntung</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menjadi Orang Beruntung</strong>; Apakah beruntung itu? Biasanya orang dianggap beruntung kalau dia kaya, punya banyak harta, uang, atau cantik, tampan, atau berhasil memperoleh apa yang diinginkan. Sedangkan orang yang dianggap kurang beruntung itu sebaliknya.</p>
<p>Benrkah demikian? Bisa saja, kalau timbangannya itu hawa nafsu, atau pendapat manusia. Tapi kalau menurut Tuhan yang disampaikan oleh para nabi utusan-Nya, orang yang beruntung itu adalah orang yang memiliki banyak amal kebaikan di dalam kehidupannya, dan jarang sekali atau hampir tak pernah berbuat salah. Kalaupun sempat salah, atau khilaf, atau zalim, maka dia segera bertobat dan menebus kesalahannya itu.</p>
<p>Di kehidupan dunia ini ada hukum tarik-menarik: kebaikan akan menarik kebaikan, dan keburukan akan menarik keburukan. Kalau kita berbuat jahat, pasti orang-orang yang jahatlah yang akan menghampiri kehidupan kita, begitu pun sebaliknya. Adakah orang yang tidak suka dengan orang yang baik? Adakah di antara kita yang suka dengan orang yang jahat?</p>
<p>Orang yang jahat saja menyukai orang yang baik, apalagi orang yang baik, pasti menyukai orang yang baik juga. Karena orang yang paling jahat sekalipun tidak mau dijahati, dia lebih suka kalau orang lain baik kepadanya (memang sudah kodratnya manusia menyukai kebaikan).</p>
<p>Banyak orang tidak memahami hukum tarik-menarik ini. Orang yang berbuat jahat tidak tahu, atau mungkin tidak mau tahu, bahwa ada konsekuensi yang berat menanti di ujung hidupnya. Karena sudah dijelaskan dalam agama bahwa setiap perilaku manusia pasti akan ada balasannya. Jadi tinggal menunggu waktu saja akan datangnya balasan yang menimpa diri kita.</p>
<p>Masihkah kita menilai orang yang beruntung itu dari penampakan luarnya saja? Karena orang yang hidupnya penuh dengan keberuntungan, pastilah orang yang baik. Jadi, teruslah berbuat kebaikan, karena orang yang baik akan terus dinaungi kebaikan dan keberuntungan. Nah, agar menjadi orang yang beruntung:</p>
<ol>
<li>Sadarilah orang yang disebut beruntung di dalam hidupnya dinilai bukan saja dari seberapa banyak harta benda yang dia miliki atau penampilan luarnya saja, tetapi dari seberapa banyak amal kebaikan yang dia telah perbuat. Karena ada hukum tarik-menarik di dunia ini: kebaikan akan menarik kebaikan, dan keburukan akan menarik keburukan.</li>
<li>Teruslah konsisten dalam berbuat kebaikan karena perbuatan itu tidak pernah membohongi hasilnya, karena itu sudah merupakan janji Tuhan. Semua akan dinilai dari kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, tidak pernah sebaliknya. Tambahkan terus, perbanyak!</li>
<li>Lihat pula keberuntungan yang sebenarnya (mungkin) sudah kita rasakan berupa kebahagiaan, kesehatan, dan ketenangan dalam kehidupan ini. Karena buat apa kita kaya kalau sakit-sakitan? Buat apa kaya raya kalau keluarga kita berantakan? Bagaimana kita bisa senang-senang kalau anak-anak kita terkena narkoba? Sungguh Materi tidak dapat membeli kebahagiaan.</li>
<li>Bersyukur, dan terus bersyukur. Maka Tuhan pun akan menambah dan melipatgandakan nikmat yang sudah diberikan kepada kita.</li>
<li>Buatlah persiapan sebaik mungkin, karena Keberuntungan adalah Persiapan <em>plus</em> Sedangkan Persiapan = Usaha, dan Kesempatan = Usaha. Jadi, Keberuntungan = Usaha + Usaha = <strong><em>Hard Work</em></strong><strong> (Kerja keras)</strong>. Artinya, rahasia menjadi orang beruntung itu dengan <strong><em>Do the hard work that others aren’t willing to do</em></strong><strong>.</strong></li>
</ol>
<p>( sumber: <a href="https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/27/214124220/7-kunci-untuk-menjadi-orang-yang-beruntung?page=all">https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/27/214124220/7-kunci-untuk-menjadi-orang-yang-beruntung?page=all</a></p>
<p><a href="https://www.viva.co.id/ekonomi/842998-rahasia-menjadi-orang-beruntung?page=all&amp;utm_medium=all-page">https://www.viva.co.id/ekonomi/842998-rahasia-menjadi-orang-beruntung?page=all&amp;utm_medium=all-page</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/menjadi-orang-beruntung/">Menjadi Orang Beruntung</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/menjadi-orang-beruntung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Seorang Ayah</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/peran-seorang-ayah/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/peran-seorang-ayah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2021 00:48:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5070</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peran Seorang Ayah; Ayah adalah sosok yang sangat dihormati, dikagumi, diidolakan, yang tutur katanya selalu kita dengarkan penuh dengan kesungguhan. Wibawanya membuat kita segan untuk berkata-kata yang tidak baik, dan kehadirannya selalu dinanti oleh setiap anggota keluarganya. Apakah kita termasuk sosok seorang ayah yang memiliki kriteria-kriteria tersebut? Sosok seorang Ayah bisa diibaratkan sebagai seorang nahkoda kapal. Apabila tidak memiliki kapasitas</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/peran-seorang-ayah/">Peran Seorang Ayah</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peran Seorang Ayah</strong>; Ayah adalah sosok yang sangat dihormati, dikagumi, diidolakan, yang tutur katanya selalu kita dengarkan penuh dengan kesungguhan. Wibawanya membuat kita segan untuk berkata-kata yang tidak baik, dan kehadirannya selalu dinanti oleh setiap anggota keluarganya. Apakah kita termasuk sosok seorang ayah yang memiliki kriteria-kriteria tersebut?</p>
<p>Sosok seorang Ayah bisa diibaratkan sebagai seorang nahkoda kapal. Apabila tidak memiliki kapasitas sebagai seorang nahkoda kapal yang baik, apakah itu kepemimpinannya, maupun <em>skill</em> yang harus dimiliki seorang nahkoda kapal agar kapal yang dinahkodainya dapat selamat sampai tujuan, apakah sebuah kapal dapat dengan selamat sampai tujuan? Maka sangat penting bagi seorang ayah memiliki kecakapan-kecakapan sebagai sosok ayah yang dibutuhkan.</p>
<p>Seorang ayah harus memahami peran sebagai seorang ayah yang seharusnya. Kalau tidak, maka akan timbul masalah dan problematika yang tak kunjung teratasi. Ayah adalah pemimpin dari sebuah komunitas yang bernama keluarga. Kalau pemimpinnya baik, maka bisa dipastikan keluarga tersebut juga akan baik adanya, begitu pun sebaliknya. Berikut ini patut menjadi perhatian para ayah:</p>
<ol>
<li>Sadarilah bahwa sosok ayah tidak dituntut untuk menjadi sempurna, karena memang tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang sempurna. Tetapi seorang ayah dituntut untuk menjadi seorang teladan bagi keluarganya, karena sadar maupun tidak disadari, sosok ayah menjadi cerminan bagi anggota keluarganya. Apabila akhlak seorang ayah itu baik, maka baik pula akhlak keluarganya.</li>
<li>Sadarilah bahwa sosok ayah memiliki peran penting bagi keberlangsungan masa depan keluarganya. Apabila kita menyadari hal tersebut, maka wajib hukumnya bagi kita, para ayah menjadi pejuang hebat yang tidak mengenal kata lelah dalam menjalani tugasnya sebagai seorang pencari nafkah yang halal bagi keluarganya. Tunjukkan kepada dunia seperti semboyan pemadam kebakaran: “Pantang pulang sebelum api padam”.</li>
<li>Sadarilah bahwa ayah terbaik adalah ayah yang mau mengakui kesalahannya apabila ia melakukan kesalahan terhadap keluarganya, bukan seorang ayah yang egois dan tidak mau mengakui kesalahannya apabila memang sudah sangat jelas ia melakukan kesalahan tersebut, karena keluarga kita lebih membutuhkan sosok seorang ayah yang normal dibandingkan sosok seorang ayah yang sempurna –karena mereka mengetahui kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.</li>
<li>Tak berbeda dengan ibu, Ayah pun harus menjadi teladan atau <em>role model</em> bagi anak-anaknya. Ayah tidak boleh bersikap semena-mena dan harus selalu berusaha untuk bertindak dengan benar agar anak bisa meniru tindakan tersebut. Apalagi saat anak berada dalam fase suka meniru orang tuanya, maka di sini Ayah harus sangat berhati-hati. Percuma saja meminta anak untuk bersikap baik, sedangkan Ayah tidak memberikan contoh yang serupa. Jika Ayah dapat menjadi teladan yang baik, niscaya akan sangat dihormati oleh seluruh anggota keluarganya.</li>
</ol>
<p>( sumber: <a href="https://www.ibudanbalita.com/artikel/12-tanggung-jawab-ayah-di-dalam-keluarga">https://www.ibudanbalita.com/artikel/12-tanggung-jawab-ayah-di-dalam-keluarga</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/peran-seorang-ayah/">Peran Seorang Ayah</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/peran-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenakalan Anak</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/kenakalan-anak/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/kenakalan-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 03:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5064</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenakalan Anak; Biasanya orang tua ketika melihat kelakuan anak yang kurang berkenan, seperti bermain hujan yang menyebabkan mereka sakit, atau berlarian di dalam rumah sehingga ada barang yang pecah, atau memanjat pohon sehingga mereka jatuh, dan lain sebagainya, maka dengan entengnya men-cap anak itu “nakal”. Apalagi kalau sudah sering dibilangin, tapi mereka masih saja melakukannya, maka orang tua pun langsung</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/kenakalan-anak/">Kenakalan Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kenakalan Anak</strong>; Biasanya orang tua ketika melihat kelakuan anak yang kurang berkenan, seperti bermain hujan yang menyebabkan mereka sakit, atau berlarian di dalam rumah sehingga ada barang yang pecah, atau memanjat pohon sehingga mereka jatuh, dan lain sebagainya, maka dengan entengnya men-cap anak itu “nakal”. Apalagi kalau sudah sering dibilangin, tapi mereka masih saja melakukannya, maka orang tua pun langsung emosi, memarahi anak.</p>
<p>Padahal sesungguhnya sikap anak yang seperti itu adalah cara mereka untuk mengekspresikan tumbuh-kembangnya. Wajar kalau anak-anak itu sedang mengeksplorasi dunia di sekeliling mereka karena itu memang usianya (masanya). Nah, kalau mereka sudah dewasa tetapi masih suka manjat pohon, atau lari-larian gak jelas, baru itu aneh, hehe.</p>
<p>Justru kita harus bersyukur karena anak-anak kita dalam kondisi fisik dan mental yang sehat. Mereka melakukan semua itu dengan rasa keingintahuan yang besar akan situasi dan kondisi yang ada di sekeliling mereka. Kita saja, yang orang dewasa, kalau pergi ke suatu tempat yang pertama kali kita kunjungi, bagaimana kelakuan kita? Bukankah kita pun ingin mengeksplornya, menjawab rasa penasaran, berkeliling, banyak tanya, dan sebagainya. Masa iya, kita sudah datang jauh-jauh tapi hanya di kamar hotel saja, tidak ke mana-mana sampai waktunya kita pulang?</p>
<p>Begitu pun anak-anak, mereka bingung kalau dicap “nakal” ketika sedang mengeksplor dunia mereka. Karena bagi mereka, inilah cara mengekspresikan diri. Oleh karenanya, bantu anak-anak kita dalam tumbuh-kembang mereka dengan cara terus mengatakan hal-hal yang baik saja kepada mereka. Kalaupun mereka sampai memecahkan barang, misalnya, tak perlu marah-marah. Berikan kata-kata yang lembut bahwa kita mencintai mereka.</p>
<p>Orang tua pun wajar kalau khawatir sampai terjadi apa-apa dengan anak-anak mereka. Namun kalau berkata dan berperilaku kasar, seperti membentak atau berkata “nakal” kepada anak, tidakkah akan merusak tumbuh-kembang mereka? Orang tua lebih dewasa daripada anak-anak, maka harus lebih dewasa dan bijak pula dalam berpikir dan bertindak. Maka sebagai orang tua, perhatikan hal berikut:</p>
<ol>
<li>Sadarilah bahwa usia anak-anak memiliki waktu yang sangat terbatas, jadi kalau mereka berekspresi dan bereksplorasi, itu memang masanya –cara Tuhan mengenalkan dunia di sekeliling mereka, terjadi secara naluriah.</li>
<li>Bantu anak-anak kita, karena mereka butuh bimbingan orang tua. Kita sebagai orang tua memiliki tanggung jawab penuh dalam membantu tumbuh kembang anak-anak kita. Kalau bukan kita yang sabar kepada mereka, siapa lagi?</li>
<li>Kalau anak kita pasif, justru itu perlu diwaspadai. Ada yang salah dengan cara mendidik mereka. Mungkin kita kasar atau pemarah sehingga anak-anak kita takut melakukan itu semua, padahal kondisi fisiknya sehat. Belajar ilmu menjadi orang tua yang baik dan benar menjadi wajib hukumnya, karena anak yang tumbuh-kembangnya optimal itu berawal dari orang tua yang berwawasan baik akan dunia orang tua dan anak. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang tua mereka, bukan orang lain.</li>
<li>Orang tua harus punya <em>bonding</em>/ikatan dengan anak. Ini mampu memengaruhi tindakan mereka dan menunjukkan perbedaan mana yang benar dan yang salah. Kalaupun anak telah berbuat nakal, mereka berhak untuk memperbaiki diri dan mendapat perhatian serta kasih sayang orang tua.</li>
</ol>
<p>( sumber: <a href="https://www.halodoc.com/artikel/kenakalan-anak-saat-remaja-karena-kurangnya-peran-ayah">https://www.halodoc.com/artikel/kenakalan-anak-saat-remaja-karena-kurangnya-peran-ayah</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/kenakalan-anak/">Kenakalan Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/kenakalan-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang tua idola Anak</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-idola-anak/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-idola-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 04:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang tua idola Anak; Bayangkan kita menjadi anak-anak lagi, lalu Ayah dan Bunda berbicara kepada kita dengan mimik wajah yang selalu serius, kaku, pertanyaannya seputar PR dan pelajaran sekolah, selalu menasehati, sering marah-marah, dan sebagainya. Bagaimana rasanya? Nyaman tidak? Perasaan itulah yang ada di benak anak saat sedang bersama orang tuanya. Bagaimana mungkin anak mengidolakan Ayah dan Bunda kalau mereka</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-idola-anak/">Orang tua idola Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Orang tua idola Anak</strong>; Bayangkan kita menjadi anak-anak lagi, lalu Ayah dan Bunda berbicara kepada kita dengan mimik wajah yang selalu serius, kaku, pertanyaannya seputar PR dan pelajaran sekolah, selalu menasehati, sering marah-marah, dan sebagainya. Bagaimana rasanya? Nyaman tidak? Perasaan itulah yang ada di benak anak saat sedang bersama orang tuanya.</p>
<p>Bagaimana mungkin anak mengidolakan Ayah dan Bunda kalau mereka saja tidak merasa nyaman dan senang ketika sedang bersama orang tuanya. Lalu mereka akan mendengarkan siapa? Bisa temannya, karena mereka lebih senang bergaul dengan mereka. Atau bisa juga artis idola mereka. Bahkan mereka mungkin saja meniru idolanya, entah itu artis luar negeri, dalam negeri, ataupun atlit sepakbola –siapa pun, tapi <strong>bukan</strong> Ayah/Bunda.</p>
<p>Miris bukan? Oleh karena itu, ada baiknya Ayah dan Bunda melakukan hal-hal berikut ini:</p>
<ol>
<li><strong>Kenali dengan baik karakter anak </strong></li>
</ol>
<p>Sikap yang tepat tidak bisa kita dapatkan apabila kita tidak mengenal <a href="https://pondokibu.com/ciri-karakter-anak-yang-bermasalah.html">karakter anak</a>. Kalau anak tidak suka menari, misalnya, jangan paksa les balet atau <em>modern dance</em>. Memahami karakter anak adalah dasar untuk menentukan pola didik yang tepat untuk anak.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Menjadi pendengar yang baik </strong></li>
</ol>
<p>Ketika anak sedang membutuhkan Ayah atau Bunda, luangkan waktu untuk mendengarkan. Hentikan sejenak hal yang sedang Ayah atau Bunda kerjakan. Jadilah pendengar yang baik tanpa menyela atau terburu-buru berkomentar dan mengevaluasi.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Jadilah orang tua yang humoris, membuat anak tersenyum dan tertawa</strong></li>
</ol>
<p>Rasa humor <em>(sense of humor)</em> wajib dilmiliki oleh para orang tua. Komunikasi dengan anak akan menjadi lebih ‘hangat’ kalau Ayah dan Bunda memiliki rasa humor. Percayalah, anak akan mudah ‘lengket’ dan senang mengobrol berlama-lama dengan orang tuanya.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Tahanlah amarah dan emosi</strong></li>
</ol>
<p>Ketika sedang marah, Anda lebih baik tidak bicara dengan anak. Atau kalau Anda merasa ingin marah, segera cuci wajah dan basuh kepala Anda. Rasa panas saat marah akan menurun apabila terkena air. Jangan sampai anak menjadi korban pelampiasan emosi Anda. Kalau itu sampai terjadi, maka anak akan mencap Anda sebagai pemarah.</p>
<ol start="5">
<li><strong>Rekreasi secara rutin</strong></li>
</ol>
<p>Banyak tempat wisata yang menjadi daya tarik bagi anak. Rekreasi bisa membuat suasana hati anak gembira. Bahkan orang tua pun dapat mengendurkan saraf dan emosi yang diakibatkan oleh beban hidup, hehe. Suasana rileks dapat membuat hubungan anggota keluarga lebih harmonis.</p>
<ol start="6">
<li><strong>Turut serta bermain dengan anak dalam kegiatan yang mereka sukai</strong></li>
</ol>
<p>Dunia anak adalah dunia bermain. Ketika mereka sedang bermain, suasana hatinya senang dan gembira. Ikutlah bersenang-senang, walau Anda mungkin tidak suka karena permainannya tidak cocok bagi Anda. Namun demi menyenangkan dan memenangkan hati anak, Anda tidak boleh malu apalagi gengsi.</p>
<p>( sumber: <a href="https://pondokibu.com/menjadi-orang-tua-yang-menyenangkan.html">https://pondokibu.com/menjadi-orang-tua-yang-menyenangkan.html</a></p>
<p><a href="https://elshinta.com/news/204755/2020/04/21/bagaimana-menjadi-ayah-idola-bagi-anak">https://elshinta.com/news/204755/2020/04/21/bagaimana-menjadi-ayah-idola-bagi-anak</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-idola-anak/">Orang tua idola Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-idola-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Tua Memaksa Anak</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-memaksa-anak/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-memaksa-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 09:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5057</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang Tua Memaksa Anak; Apakah sebagai orang tua, kita pernah memaksakan ambisi kita kepada anak? (Walau kita rasa itu benar?) Seperti memaksa anak mengikuti suatu kegiatan yang menurut kita kegiatan itu penting bagi mereka, misalnya: kursus, les, lomba dan sebagainya. Pernahkah kita bertanya apakah kegiatan tersebut mereka minati atau tidak? Apakah kita langsung menyuruh anak mengikutinya tanpa memberi mereka kesempatan</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-memaksa-anak/">Orang Tua Memaksa Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Orang Tua Memaksa Anak;</strong> Apakah sebagai orang tua, kita pernah memaksakan ambisi kita kepada anak? (Walau kita rasa itu benar?) Seperti memaksa anak mengikuti suatu kegiatan yang menurut kita kegiatan itu penting bagi mereka, misalnya: kursus, les, lomba dan sebagainya.</p>
<p>Pernahkah kita bertanya apakah kegiatan tersebut mereka minati atau tidak? Apakah kita langsung menyuruh anak mengikutinya tanpa memberi mereka kesempatan untuk berpendapat, ataupun memilih? Kita pikir itu pasti baik, demi masa depan anak-anak kita agar mereka menjadi anak yang berprestasi.</p>
<p>Pertanyaannya: prestasi menurut kacamata siapa? Apakah untuk mengejar ambisi kita sebagai orang tua agar kita bisa memamerkan prestasi anak-anak kita di depan orang banyak, atau memang mengejar ambisi anak itu sendiri?</p>
<p>Kadang kita tidak sadar, memaksa anak untuk mengejar ambisi kita yang tidak kesampaian di masa lalu. Jadi kita meminta anak untuk mengejar ambisi kita yang tidak kesampaian itu. Namun apakah hal itu adil bagi anak? Kalau saja kita bertukar posisi dengan anak kita, di mana orang tua kita memaksa kita melakukan apa yang tidak kita sukai, bersediakah kita melakukannya?</p>
<p>Nah, bagaimana kalau kita sendiri yang mengalaminya? Mungkin kita merasa orang tua kita tidak adil, egois, menang sendiri, tidak mau mendengar pendapat kita. Apakah hal itu terlintas dalam pikiran kita? Oleh karena itu wahai para orang tua, meskipun anak kita lahir dari rahim kita, namun mereka tercipta berbeda dengan kita. Mereka berbeda dalam hal potensi yang mereka miliki. Karena kalau kita berpikir bahwa anak pasti memiliki potensi yang sama dengan orang tuanya, benarkah?</p>
<p>Setiap anak manusia itu memiliki potensinya masing-masing sesuai kehendak Tuhan-Nya. Karena kalau setiap anak itu memiliki potensi yang sama, bisa dibayangkan dunia ini seperti apa. Dunia akan kacau karena tidak adanya kolaborasi antara satu dengan yang lainnya dalam mewarnai kehidupan ini. Betapa membosankannya kehidupan ini. Dan karena Tuhan Maha mengetahui hal ini, maka Tuhan menititipkan potensi yang berbeda di dalam diri setiap anak manusia agar mereka mau saling tolong menolong. Tidak ada manusia yang sempurna, pasti membutuhkan manusia lain dalam melengkapi kehidupannya. Maka dari itu:</p>
<ol>
<li>Sadarilah bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda yang sudah Tuhan titipkan ke dalam diri masing-masing anak agar ketika mereka dewasa kelak, mereka bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain sesuai potensi dan takdirnya masing-masing.</li>
<li>Bersyukurlah ketika anak memiliki potensi yang berbeda dengan orang tuanya, karena itu merupakan tanda dari Tuhan bahwa anak kita memiliki misi yang berbeda dengan orang tuanya dalam mengisi kehidupannya.</li>
<li>Orang tua tak perlu khawatir akan masa depan anak, karena mereka memiliki masa depannya sendiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendukung dan menemani anak-anak kita agar dapat memaksimalkan potensinya itu – membantu anak-anak kita dalam memenuhi panggilan Tuhannya.</li>
<li>Anak dilahirkan dengan kemampuannya sendiri, yang mereka bisa lakukan saat berkembang adalah memaksimalkan kelebihan mereka. Ada kalanya kemampuan anak tidak bertemu dengan ekspektasi orangtua. Tak perlu memaksakan kehendak pada anak, berilah kesempatan mereka mencari cara hingga mencapai golnya.</li>
</ol>
<p>( sumber: <a href="https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/memaksakan-kehendak-pada-anak/">https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/memaksakan-kehendak-pada-anak/</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-memaksa-anak/">Orang Tua Memaksa Anak</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/orang-tua-memaksa-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agar Wajah Enak Dilihat</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/agar-wajah-enak-dilihat/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/agar-wajah-enak-dilihat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2021 07:45:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agar Wajah Enak Dilihat; Wajar-wajar saja kalau kita, terutama yang berjenis kelamin perempuan, ingin tampil cantik dan elegan, istilahnya: enak dilihat. Namun tahukah Anda bahwa sesungguhnya wajah itu merupakan cerminan jiwa seorang anak manusia? Wajah adalah bahasa jiwa seorang anak manusia. Mungkin banyak yang tidak sadar akan hal ini, karena kita kadang menganggap sepele. Kita hanya fokus terhadap penampilan wajah</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/agar-wajah-enak-dilihat/">Agar Wajah Enak Dilihat</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agar Wajah Enak Dilihat</strong>; Wajar-wajar saja kalau kita, terutama yang berjenis kelamin perempuan, ingin tampil cantik dan elegan, istilahnya: enak dilihat. Namun tahukah Anda bahwa <em>sesungguhnya </em>wajah itu merupakan cerminan <strong>jiwa</strong> seorang anak manusia?</p>
<p>Wajah adalah bahasa jiwa seorang anak manusia. Mungkin banyak yang tidak sadar akan hal ini, karena kita kadang menganggap sepele. Kita hanya fokus terhadap penampilan wajah kita dengan cara menghiasinya dengan <em>make up</em>, tetapi lupa bahwa wajah tidak hanya membutuhkan <em>make up</em>, tetapi juga <u>sentuhan jiwa</u>.</p>
<p>Sadar ataupun tidak, meski wajah kita memakai <em>make up</em> termahal sekalipun, tidak akan pernah enak dilihat kalau jiwa kita masih kotor, seperti masih memiliki sifat iri, dengki, sombong, egois dan pemarah. Jadi inilah sebenarnya masalah utama yang harus menjadi bahan pikir kita bersama: apakah selama ini kita sudah fokus terhadap jiwa kita, atau hanya penampilan luar wajah kita saja?</p>
<p>Kita merasa bahwa orang-orang hanya fokus melihat penampilan kita, hanya mempedulikan penampakan luar saja. Kita pikir orang-orang hanya peduli dengan penampakan wajah kita saja, tetapi lupa bahwa sebenarnya orang-orang tidak hanya peduli terhadap penampilan kita, melainkan lebih peduli terhadap senyuman kita, tutur kata kita, kepedulian kita terhadap mereka – dan ini sering kita lupakan.</p>
<p>Tidak ada yang peduli dengan mahalnya harga kosmetik kita kalau wajah kita saja tidak pernah tersenyum, tutur kata kita tidak memiliki kesantunan, dan kita tidak memiliki kepedulian terhadap orang-orang disekitar kita. Inilah sebenarnya masalah terbesar bagi wajah kita, karena itu semua akan tercermin di wajah kita. Berikut yang perlu diperhatikan agar wajah kita enak dipandang:</p>
<ol>
<li>Paksa diri untuk tersenyum meskipun hati kita merasa tidak perlu tersenyum kepada semua orang.</li>
<li>Selalu menyadari keadaan jiwa kita apakah jiwa kita dalam keadaan sehat. Yang akan tampak dari jiwa yang sehat adalah mudah tersenyum, tutur kata yang baik, dan kepedulian kita terhadap orang lain. Apabila belum, paksa diri kita untuk melakukan itu semua.</li>
<li>Buang jauh-jauh sifat iri, dengki, sombong, egois dan pemarah karena kalau kita masih memiliki hal itu semua di dalam jiwa kita, maka harga kosmetik semahal apa pun juga takkan bisa membuat wajah kita enak dipandang. Karena kita sering lupa bahwa wajah enak atau tidak enak dilihat tercermin dari jiwa yang kita miliki.</li>
<li>Jagalah sikap. Berperilakulah sebagaimana layaknya <em>ladies and gents</em> baik-baik dan terhrmat berperilaku. Mulai dari cara berjalan yang tegap, sikap duduk yang benar, cara makan yang rapi. Selain itu, jagalah tutur kata, jangan gunakan kata-kata kotor.</li>
</ol>
<p>( sumber: <a href="https://www.hipwee.com/list/nggak-perlu-ribet-dan-berlebihan-ini-cara-agar-kamu-terlihat-classy-dengan-tips-sederhana/">https://www.hipwee.com/list/nggak-perlu-ribet-dan-berlebihan-ini-cara-agar-kamu-terlihat-classy-dengan-tips-sederhana/</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/agar-wajah-enak-dilihat/">Agar Wajah Enak Dilihat</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/agar-wajah-enak-dilihat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah Menyesal</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/perlukah-menyesal/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/perlukah-menyesal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 00:47:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5048</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlukah Menyesal; Banyak orang menyesali hal-hal yang sudah terjadi. Biasanya itu semua akibat kesalahan yang terjadi di masa lalu, di mana hal-hal tersebut tidak bisa diterima dengan baik, atau disesali mengapa bisa terjadi. Di sisi lain, ada godaan-godaan di dalam diri untuk larut dalam rasa bersalah, ada bisikan-bisikan bahwa ini karena ketololan kita, kebodohan kita, hingga akhirnya kita tak hanya</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/perlukah-menyesal/">Perlukah Menyesal</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perlukah Menyesal;</strong></p>
<p>Banyak orang menyesali hal-hal yang sudah terjadi. Biasanya itu semua akibat kesalahan yang terjadi di masa lalu, di mana hal-hal tersebut tidak bisa diterima dengan baik, atau disesali mengapa bisa terjadi.</p>
<p>Di sisi lain, ada godaan-godaan di dalam diri untuk larut dalam rasa bersalah, ada bisikan-bisikan bahwa ini karena ketololan kita, kebodohan kita, hingga akhirnya kita tak hanya menyesalinya, tetapi juga mulai meratapinya. Nah, ratapan itu sudah jadi berlebihan karena yang kita lakukan itu ke arah negatif, dan membawa kita lebih terpuruk lagi.</p>
<p>Bagaimanapun, menyesal akan sesuatu perbuatan buruk, maksiat, dosa, dan sebagainya yang pernah kita lakukan di masa lalu adalah hal yang baik karena itu berarti hati kita masih baik. Kita masih sadar bahwa kita pernah berbuat salah dan menyesalinya. Kita menyadari bahwa kita masih manusia biasa tempatnya kesalahan, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kita jadikan penyesalan di masa lalu sebagai daya ungkit bagi masa depan. Kalau ini tidak terjadi, maka kita tidak mendapatkan pembelajaran dari kejadian itu.</p>
<p>Namun penyesalan itu jangan berlama-lama, jangan sampai berlarut-larut karena sesuatu yang berlarut-larut berkonotasi berlebihan, dan agama tidak pernah mengajarkan kita untuk bersikap berlebihan dalam segala hal karena ini akan lebih berdampak negatif daripada positif dalam kehidupan kita. Maka yang harus diperhatikan ketika kita menyesali sesuatu adalah:</p>
<ol>
<li>Sadarilah bahwa menyesali sesuatu keadaan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan adalah hal yang wajar, karena Tuhan sudah mengizinkan hal itu terjadi di dalam kehidupan kita. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan cara yang terbaik.</li>
<li>Manusia adalah tempatnya kesalahan, jadi kalau kita memahami hal ini, tidak akan lagi membuat diri kita terpuruk akibat kesalahan yang sudah terjadi. Jadikan hal tersebut menjadi daya ungkit kita untuk melompat lebih tinggi lagi.</li>
<li>Selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dalam setiap kesalahan di dalam kehidupan kita, karena Tuhan tidak pernah menzholimi hamba-Nya, dan ini sudah merupakan janji Tuhan.</li>
<li>Kalau hal yang disesali itu masih belum selesai atau tuntas, maka selesaikan dengan cara menghadapinya. Bukan menghindari, apalagi menyalahkan diri sendiri atau orang lain.</li>
<li>Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka ketika pikiran sedang kalut, cobalah untuk mencari teman untuk bercerita. Di sekitar masih banyak orang-orang yang peduli dengan kita bukan? Oleh karena itu jangan ragu untuk bercerita kepada mereka karena hal dapat membuang jauh rasa depresi.</li>
</ol>
<p>&nbsp;( sumber: <a href="https://www.popbela.com/career/working-life/titaflorita/cara-bangkit-dari-keterpurukan/5">https://www.popbela.com/career/working-life/titaflorita/cara-bangkit-dari-keterpurukan/5</a></p>
<p><a href="https://www.idntimes.com/life/inspiration/tenda-bersajak-nations/hal-yang-bikin-kamu-susah-bangkit-dari-keterpurukan-c1c2/5">https://www.idntimes.com/life/inspiration/tenda-bersajak-nations/hal-yang-bikin-kamu-susah-bangkit-dari-keterpurukan-c1c2/5</a> )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/perlukah-menyesal/">Perlukah Menyesal</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/perlukah-menyesal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Jalan Menuju Roma</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/banyak-jalan-menuju-roma/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/banyak-jalan-menuju-roma/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2021 06:46:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5041</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak Jalan Menuju Roma; Salah satu peribahasa yang mungkin sering kita dengar yaitu “Di mana ada kemauan di situ ada jalan”.  Siapa pun bisa menjadi apa pun, atau pergi ke mana pun yang dia inginkan. Tetapi kembali lagi, apakah ada kemauan (yang kuat), dan usaha (yang sungguh-sungguh)? Kemauan adalah pendorong terkuat di dalam kehidupan seorang anak manusia dalam menapaki kesuksesannya.</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/banyak-jalan-menuju-roma/">Banyak Jalan Menuju Roma</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banyak Jalan Menuju Roma</strong>; Salah satu peribahasa yang mungkin sering kita dengar yaitu “Di mana ada kemauan di situ ada jalan”.  Siapa pun bisa menjadi apa pun, atau pergi ke mana pun yang dia inginkan. Tetapi kembali lagi, apakah ada kemauan (yang kuat), dan usaha (yang sungguh-sungguh)?</p>
<p>Kemauan adalah pendorong terkuat di dalam kehidupan seorang anak manusia dalam menapaki kesuksesannya. Tanpa kemauan yang kuat dalam menjalani hidup, maka hidup ini akan datar-datar saja, dan terasa hambar karena tidak ada hal spesial yang kita lakukan yang dapat merubah kehidupan kita menjadi lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dibandingkan kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”, begitulah agama mengajarkan kita. Karena kehidupan itu harus selalu berubah/dinamis. Kalau tidak berubah, maka kitalah yang akan dipaksa berubah oleh keadaan.</p>
<p><em>Baca juga: <a href="https://www.fikarschool.sch.id/homeschooling-jakarta/">Homeschooling Jakarta Terbaik</a></em></p>
<p>Namun seringkali kita senang berada di <em>comfort zone</em>, yaitu zona nyaman –zona yang menghambat potensi manusia ke arah yang lebih baik dan bermanfaat bagi hidupnya maupun orang lain. Seperti yang pernah Henry Ford katakan, “Jika Anda berpikir Anda dapat melakukan sesuatu, atau berpikir Anda tidak dapat melakukannya, Anda benar”.  Itu artinya kitalah <em>The Master</em> atas kehidupan kita. Di mana ada kemauan, pasti selalu ada saja jalannya, tinggal kita mau memilih yang mana.</p>
<p>Kisah yang menceritakan perjalanan seorang pemuda kampung dari Lombok Tengah ini mungkin bisa menginspirasi. Ada seorang pemuda yang terlahir dari seorang pedagang pecah-belah (gerabah) yang memiliki penghasilan tak seberapa, hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun pemuda itu memiliki kemauan yang kuat dan semangat yang tinggi untuk mewujudan cita-citanya. Dia ingin menempuh pendidikan tinggi (kuliah) di kampus favorit yang ternyata biayanya sangat mahal untuk ukuran kemampuan ekonominya. Meskipun banyak celaan dari orang-orang di sekitarnya, namun singkat cerita akhirnya pemuda itu berhasil kuliah dan merasakan kehidupan dunia kampus. Banyak teman, kerabat, bahkan sanak familinya yang heran dan tak dapat mempercayai nasib baik pemuda itu.</p>
<p>( sumber: <a href="https://www.kompasiana.com/saiful_hadi/5529b7036ea834a06a552d16/dimana-ada-kemauan-disitu-ada-jalan">https://www.kompasiana.com/saiful_hadi/5529b7036ea834a06a552d16/dimana-ada-kemauan-disitu-ada-jalan</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/banyak-jalan-menuju-roma/">Banyak Jalan Menuju Roma</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/banyak-jalan-menuju-roma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Takut Gagal</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/jangan-takut-gagal/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/jangan-takut-gagal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2021 02:43:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5016</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jangan Takut Gagal; Banyak orang menyalahkan keadaan di luar dirinya ketika gagal. Kita sudah terbiasa berpikir bahwa yang menyebabkan kegagalan ini adalah faktor-faktor eksternal. Padahal, orang yang terbiasa menyalahkan keadaan di luar dirinya, justru dialah orang yang paling patut dicurigai sebagai penyebab utama kegagalan itu. Tak satu pun orang yang sukses di dunia suka menyalahkan keadaan dibandingkan mengevaluasi dirinya sendiri</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/jangan-takut-gagal/">Jangan Takut Gagal</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jangan Takut Gagal; </strong>Banyak orang menyalahkan keadaan di luar dirinya ketika gagal. Kita sudah terbiasa berpikir bahwa yang menyebabkan kegagalan ini adalah faktor-faktor eksternal. Padahal, orang yang terbiasa menyalahkan keadaan di luar dirinya, justru dialah orang yang paling patut dicurigai sebagai penyebab utama kegagalan itu.</p>
<p>Tak satu pun orang yang sukses di dunia suka menyalahkan keadaan dibandingkan mengevaluasi dirinya sendiri sebagai penyebab utama mengapa kegagalan itu sampai terjadi. Karena pola pikir orang sukses selalu senang untuk mengintropeksi dirinya terlebih dahulu sebelum dia menyalahkan siapa-siapa.</p>
<p>Bagi orang yang memiliki pola pikir ‘orang sukses’, apabila ada suatu kesalahan, pasti dia merasa terlibat dalam kesalahan tersebut, dan tidak mencari-cari kesalahan orang lain. Dia selalu mencari tahu mengapa ini sampai terjadi, apa yang menyebabkan hal ini terjadi, dan apa yang bisa dia lakukan untuk memperbaiki keadaan, dan terus berkembang. Selalu berpikir ke dalam dan tidak ke luar, karena orang yang sukses mengetahui apabila dia berpikir ke luar, dia akan gampang menemukan alasan untuk menyalahkan keadaan dibandingkan mengintropeksi dirinya.</p>
<p>Orang sukses selalu menjadi ‘tuan’ atas kehidupannya. Dialah yang menjadi <strong>pengendali</strong> kehidupannya, bukan orang lain. Semua itu terjadi karena ada andil dirinya, dan dia berjiwa besar untuk mengakuinya, dan sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan.</p>
<p>Orang yang memiliki pola pikir tersebut akan cepat mengalami kesuksesan di dalam kehidupannya, karena dia selalu <strong><em>pro-aktif</em></strong> atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannnya. Oleh karenanya dia selalu bangkit dari setiap kegagalan yang terjadi.</p>
<p>Nah, agar kita selalu bangkit dari kegagalan dan tidak pernah merasa takut gagal:</p>
<ol>
<li>Selalu menyediakan waktu untuk <strong><u>intropeksi</u></strong><u> ke dalam diri sendiri</u> ketika mengalami kegagalan. Dengan kita selalu memaksa diri, hal yang pertama kali kita lakukan adalah mengevaluasi setiap kegagalan yang terjadi. Dan akhirnya kita pun bisa menjadi ‘tuan’ atas kehidupan kita.</li>
<li>Berpikir tentang hal atau keadaan yang menyebabkan kita gagal itu akan membuat diri kita semakin kuat. Dan ide-ide kreatif akan muncul dengan sendirinya untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi, sehingga kita tidak lagi menemukan alasan untuk menyalahkan keadaan di luar diri kita.</li>
<li>Yakinlah bahwa Tuhan akan menolong kita, karena Tuhan ‘bekerja’ sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Karena itu sudah merupakan janji Tuhan kepada hamba-Nya. Tetapi kalau Tuhan tidak dilibatkan, tidak meminta bantuan Tuhan untuk menolong kita dengan berdoa meminta pertolongan, maka carilah penolong-penolong di luar sana. Tapi pertanyaannya: apakah masalah kita akan selesai karena orang lain pun memiliki masalahnya masing-masing –masih sempatkah mereka menolong kita?</li>
<li>Kegagalan yang kita alami adalah wujud dari keberanian kita mengambil risiko. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi kemungkinan untuk berhasil ataupun gagal. Tapi kabar baiknya, dengan bersedia mengambil risiko, ada kemungkinan bagi kita untuk mendapatkan kesuksesan yang besar, daripada hanya berdiam diri.</li>
</ol>
<p>( referensi: <a href="https://riliv.co/rilivstory/jangan-takut/">https://riliv.co/rilivstory/jangan-takut/</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/jangan-takut-gagal/">Jangan Takut Gagal</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/jangan-takut-gagal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Bekerjasama</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/pentingnya-bekerjasama/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/pentingnya-bekerjasama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2021 00:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber school]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat bakat]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah artis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5012</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pentingnya Bekerjasama; Sebagaimana yang telah kita pelajari di sekolah, atau berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari, kita pasti tahu bahwa yang namanya manusia itu tidak dapat hidup sendirian. Karena pada dasarnya memang manusia itu saling bergantung satu sama lain. Manusia adalah makhluk sosial, saling membutuhkan. Baca juga: Homeschooling di Jakarta  Maka sangat penting bagi manusia untuk membangun kerjasama yang baik, karena dengan</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/pentingnya-bekerjasama/">Pentingnya Bekerjasama</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pentingnya Bekerjasama</strong>; Sebagaimana yang telah kita pelajari di sekolah, atau berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari, kita pasti tahu bahwa yang namanya manusia itu tidak dapat hidup sendirian. Karena pada dasarnya memang manusia itu saling bergantung satu sama lain. Manusia adalah makhluk sosial, saling membutuhkan.</p>
<p><em>Baca juga: <a href="https://www.fikarschool.sch.id/homeschooling-jakarta/">Homeschooling di Jakarta </a></em></p>
<p>Maka sangat penting bagi manusia untuk membangun kerjasama yang baik, karena dengan bekerjasama, seseorang akan lebih mudah untuk menyelesaikan sesuatu atau apa pun yang diinginkan. Namun agar bisa bekerjasama dengan baik, dibutuhkan keterampilan atau kecakapan tertentu yang membuat hubungan kerjasama yang terjalin dapat berjalan dengan lancar dan semakin baik. Karena tak jarang hubungan kerjasama itu putus di tengah jalan, atau berakhir secara mengenaskan.</p>
<p>Nah, apa saja keterampilan yang dibutuhkan tersebut?</p>
<ol>
<li><strong>Mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain</strong>. Di dalam kerjasama, sangat penting untuk mendengar saran, pendapat, atau masukan dari rekan kerja kita. Karena dengan masukan-masukan itu kita dapat memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki. Karena itu penting bagi kita untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. Itulah gunanya kerjasama, yaitu saling bertukar pikiran antar-rekan.</li>
<li><strong>Bertanggung jawab</strong>. Orang-orang yang menjalin hubungan kerjasama tidak boleh membiarkan rekannya bekerja sandiri, mereka wajib merasa bertanggungjawab untuk mengerjakan pekerjaan itu karena mereka adalah satu kesatuan (tim). Dan tidak ada tim yang melakukan pekerjaan tanpa ada kerjasama antar-rekan yang satu dengan lainnya. Itu bentuk tanggung jawab mereka di dalam tim.</li>
<li><strong>Kebersamaan</strong>. Orang yang bekerjasama tidak boleh memutuskan sesuatu secara sepihak karena mereka adalah tim. Semua yang dilakukan dan dihasilkan dalam kerjasama itu merupakan keputusan bersama, sehingga tidak terjadi saling menyalahkan apabila pekerjaannya itu tidak dapat diterima atau tidak sesuai keinginan.</li>
<li><strong>Kepedulian</strong>. Kerjasama akan menumbuhkan sikap peduli untuk membantu rekannya yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya.</li>
</ol>
<p>Kerjasama yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula. Kerjasama yang baik adalah kerjasama yang mengutamakan komunikasi yang baik antar tim. Komunikasi yang baik ini menjadi faktor utama karena di dalam kerjasama dibutuhkan tukar pikiran dan pendapat antar-tim.</p>
<p>Dalam kehidupan kita, ada waktu di mana kita ‘tersesat’ dan membutuhkan orang lain untuk membantu kita. Karena itu sebagai manusia, hendaklah kita bersikap saling menghargai antar-sesama. Sehingga di kala kita butuh bantuan, orang lain pun akan senang hati membantu kita.</p>
<p>( sumber: <a href="https://www.kompasiana.com/emy/570e09fdf19673ce123d52a2/pentingnya-kerjasama-dalam-kehidupan">https://www.kompasiana.com/emy/570e09fdf19673ce123d52a2/pentingnya-kerjasama-dalam-kehidupan</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/pentingnya-bekerjasama/">Pentingnya Bekerjasama</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/pentingnya-bekerjasama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
