Menjadi Orang Beruntung

19 Aug
0 comment

Menjadi Orang Beruntung; Apakah beruntung itu? Biasanya orang dianggap beruntung kalau dia kaya, punya banyak harta, uang, atau cantik, tampan, atau berhasil memperoleh apa yang diinginkan. Sedangkan orang yang dianggap kurang beruntung itu sebaliknya.

Benrkah demikian? Bisa saja, kalau timbangannya itu hawa nafsu, atau pendapat manusia. Tapi kalau menurut Tuhan yang disampaikan oleh para nabi utusan-Nya, orang yang beruntung itu adalah orang yang memiliki banyak amal kebaikan di dalam kehidupannya, dan jarang sekali atau hampir tak pernah berbuat salah. Kalaupun sempat salah, atau khilaf, atau zalim, maka dia segera bertobat dan menebus kesalahannya itu.

Di kehidupan dunia ini ada hukum tarik-menarik: kebaikan akan menarik kebaikan, dan keburukan akan menarik keburukan. Kalau kita berbuat jahat, pasti orang-orang yang jahatlah yang akan menghampiri kehidupan kita, begitu pun sebaliknya. Adakah orang yang tidak suka dengan orang yang baik? Adakah di antara kita yang suka dengan orang yang jahat?

Orang yang jahat saja menyukai orang yang baik, apalagi orang yang baik, pasti menyukai orang yang baik juga. Karena orang yang paling jahat sekalipun tidak mau dijahati, dia lebih suka kalau orang lain baik kepadanya (memang sudah kodratnya manusia menyukai kebaikan).

Banyak orang tidak memahami hukum tarik-menarik ini. Orang yang berbuat jahat tidak tahu, atau mungkin tidak mau tahu, bahwa ada konsekuensi yang berat menanti di ujung hidupnya. Karena sudah dijelaskan dalam agama bahwa setiap perilaku manusia pasti akan ada balasannya. Jadi tinggal menunggu waktu saja akan datangnya balasan yang menimpa diri kita.

Masihkah kita menilai orang yang beruntung itu dari penampakan luarnya saja? Karena orang yang hidupnya penuh dengan keberuntungan, pastilah orang yang baik. Jadi, teruslah berbuat kebaikan, karena orang yang baik akan terus dinaungi kebaikan dan keberuntungan. Nah, agar menjadi orang yang beruntung:

  1. Sadarilah orang yang disebut beruntung di dalam hidupnya dinilai bukan saja dari seberapa banyak harta benda yang dia miliki atau penampilan luarnya saja, tetapi dari seberapa banyak amal kebaikan yang dia telah perbuat. Karena ada hukum tarik-menarik di dunia ini: kebaikan akan menarik kebaikan, dan keburukan akan menarik keburukan.
  2. Teruslah konsisten dalam berbuat kebaikan karena perbuatan itu tidak pernah membohongi hasilnya, karena itu sudah merupakan janji Tuhan. Semua akan dinilai dari kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, tidak pernah sebaliknya. Tambahkan terus, perbanyak!
  3. Lihat pula keberuntungan yang sebenarnya (mungkin) sudah kita rasakan berupa kebahagiaan, kesehatan, dan ketenangan dalam kehidupan ini. Karena buat apa kita kaya kalau sakit-sakitan? Buat apa kaya raya kalau keluarga kita berantakan? Bagaimana kita bisa senang-senang kalau anak-anak kita terkena narkoba? Sungguh Materi tidak dapat membeli kebahagiaan.
  4. Bersyukur, dan terus bersyukur. Maka Tuhan pun akan menambah dan melipatgandakan nikmat yang sudah diberikan kepada kita.
  5. Buatlah persiapan sebaik mungkin, karena Keberuntungan adalah Persiapan plus Sedangkan Persiapan = Usaha, dan Kesempatan = Usaha. Jadi, Keberuntungan = Usaha + Usaha = Hard Work (Kerja keras). Artinya, rahasia menjadi orang beruntung itu dengan Do the hard work that others aren’t willing to do.

( sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/11/27/214124220/7-kunci-untuk-menjadi-orang-yang-beruntung?page=all

https://www.viva.co.id/ekonomi/842998-rahasia-menjadi-orang-beruntung?page=all&utm_medium=all-page )

Leave your thought