Perlukah Menyesal

Perlukah Menyesal;

Banyak orang menyesali hal-hal yang sudah terjadi. Biasanya itu semua akibat kesalahan yang terjadi di masa lalu, di mana hal-hal tersebut tidak bisa diterima dengan baik, atau disesali mengapa bisa terjadi.

Di sisi lain, ada godaan-godaan di dalam diri untuk larut dalam rasa bersalah, ada bisikan-bisikan bahwa ini karena ketololan kita, kebodohan kita, hingga akhirnya kita tak hanya menyesalinya, tetapi juga mulai meratapinya. Nah, ratapan itu sudah jadi berlebihan karena yang kita lakukan itu ke arah negatif, dan membawa kita lebih terpuruk lagi.

Bagaimanapun, menyesal akan sesuatu perbuatan buruk, maksiat, dosa, dan sebagainya yang pernah kita lakukan di masa lalu adalah hal yang baik karena itu berarti hati kita masih baik. Kita masih sadar bahwa kita pernah berbuat salah dan menyesalinya. Kita menyadari bahwa kita masih manusia biasa tempatnya kesalahan, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kita jadikan penyesalan di masa lalu sebagai daya ungkit bagi masa depan. Kalau ini tidak terjadi, maka kita tidak mendapatkan pembelajaran dari kejadian itu.

Namun penyesalan itu jangan berlama-lama, jangan sampai berlarut-larut karena sesuatu yang berlarut-larut berkonotasi berlebihan, dan agama tidak pernah mengajarkan kita untuk bersikap berlebihan dalam segala hal karena ini akan lebih berdampak negatif daripada positif dalam kehidupan kita. Maka yang harus diperhatikan ketika kita menyesali sesuatu adalah:

  1. Sadarilah bahwa menyesali sesuatu keadaan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan adalah hal yang wajar, karena Tuhan sudah mengizinkan hal itu terjadi di dalam kehidupan kita. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan cara yang terbaik.
  2. Manusia adalah tempatnya kesalahan, jadi kalau kita memahami hal ini, tidak akan lagi membuat diri kita terpuruk akibat kesalahan yang sudah terjadi. Jadikan hal tersebut menjadi daya ungkit kita untuk melompat lebih tinggi lagi.
  3. Selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dalam setiap kesalahan di dalam kehidupan kita, karena Tuhan tidak pernah menzholimi hamba-Nya, dan ini sudah merupakan janji Tuhan.
  4. Kalau hal yang disesali itu masih belum selesai atau tuntas, maka selesaikan dengan cara menghadapinya. Bukan menghindari, apalagi menyalahkan diri sendiri atau orang lain.
  5. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka ketika pikiran sedang kalut, cobalah untuk mencari teman untuk bercerita. Di sekitar masih banyak orang-orang yang peduli dengan kita bukan? Oleh karena itu jangan ragu untuk bercerita kepada mereka karena hal dapat membuang jauh rasa depresi.

 ( sumber: https://www.popbela.com/career/working-life/titaflorita/cara-bangkit-dari-keterpurukan/5

https://www.idntimes.com/life/inspiration/tenda-bersajak-nations/hal-yang-bikin-kamu-susah-bangkit-dari-keterpurukan-c1c2/5 )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *