Boleh dibilang, semua anak memiliki kebutuhan dasar untuk merasa dicintai, diterima, dan dihargai. Ketika anak merasa dihargai, mereka tumbuh dengan rasa percaya diri yang sehat, mampu menjalin hubungan yang positif, dan memiliki motivasi untuk berkembang. Sebaliknya, jikalau anak merasa diabaikan atau diremehkan, maka dia/mereka akan mengalami kesulitan dalam hal-hal terkait emosional dan sosial. Oleh karenanya, penting bagi para orang tua dan pendidik untuk memahami cara-cara strategis/praktis supaya anak merasa dihargai dalam kehidupan mereka sehari-hari.
- Emphatic Listening (Mendengarkan dengan Penuh Perhatian)
Ada bermacam-ragam bentuk penghargaan antar (sesama) manusia. Salah satunya, yang paling mendasar, adalah mendengarkan. Ketika anak berbicara, hentikan sejenak aktivitas Anda dan berikan perhatian penuh. Caranya:
- Tatap mata mereka lekat-lekat saat sedang berbicara.
- Tanggapi dengan penuh empati, tak hanya sekadar menjawab dengan jawaban-jawaban singkat.
- Jangan memotong pembicaraan.
- Jangan meremehkan cerita mereka.
Dengan mendengarkan secara aktif, penuh simpati dan empati, anak merasa bahwa pendapat dan perasaannya itu penting dan dianggap penting.
- Memvalidasi Perasaan Anak
Yang namanya anak-anak itu (biasanya) sering mengalami emosi yang belum mereka pahami sepenuhnya. Ketika mereka marah, sedih, atau kecewa, jangan buru-buru menyuruh mereka berhenti menangis atau berkata: “Jangan lebay!” Namun justru sebaliknya, katakan: “Ayah tahu kamu sedih karena mainanmu rusak.” Atau, “Wajar kok kalau kamu kecewa karena tidak jadi pergi.”
Memvalidasi perasaan anak menunjukkan bahwa emosi mereka sah dan layak dihargai.
- Melibatkan Anak untuk Mengambil Keputusan
Memberi anak kesempatan untuk memilih atau berpendapat dalam hal-hal kecil dapat meningkatkan rasa dihargai. Misalnya:
- Biarkan mereka memilih baju yang ingin dipakai.
- Tanyakan pendapat mereka tentang menu makan malam.
- Libatkan mereka dalam merencanakan kegiatan akhir pekan.
Ketika anak diberi ruang untuk berkontribusi, mereka merasa bahwa suara mereka penting.
- Memberikan Pujian yang Kongkrit dan Spesifik secara Tulus
Pujian adalah alat yang ‘murah-meriah’ tapi ampuh. Meski demikian, pujian harus digunakan dengan bijak. Hindari pujian yang terlalu umum seperti “Kamu hebat!” tanpa konteks. Sebaliknya, berikan pujian yang spesifik, seperti: “Kamu sangat telaten menyusun puzzle itu sampai selesai.” Atau “Bunda bangga kepadamu, karena Kamu bersedia minta maaf tadi.”
Pujian yang tulus dan terarah membuat anak merasa diakui atas usaha dan perilakunya.
- Menghormati Privasi dan Batasan yang Anak Miliki
Walaupun ‘hanya’ anak kecil, mereka tetap mempunyai hak atas privasi dan batasan. Menghargai ruang pribadi mereka adalah bentuk penghormatan yang penting. Beberapa di antaranya adalah:
- Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar mereka.
- Jangan memaksa anak untuk berbagi jika mereka belum bersedia, atau belum siap, misalnya.
- Jangan membicarakan kelemahan anak kita di depan orang lain.
Dengan menghormati batasan anak, Anda menunjukkan bahwa mereka layak dihargai sebagai individu.
- Mengenal dan Mendukung Minat Anak
Yakinlah bahwa setiap anak memiliki minat dan bakat yang unik. Orang tua yang menghargai anak akan berusaha mengenali dan mendukung minat tersebut, meski berbeda dari harapan pribadi.
- Jika anak suka menggambar, sediakan alat gambar dan puji hasil karyanya.
- Jika anak tertarik pada binatang, ajak ke kebun binatang atau baca buku tentang hewan bersama.
- Dukungan terhadap minat anak menunjukkan bahwa Anda menghargai siapa mereka sebenarnya.
- Memperlakukan Anak sebagai Mitra, Bukan Objek
Anak-anak kita bukan objek yang harus dikontrol sepenuhnya. Mereka adalah individu yang sedang belajar dan tumbuh. Perlakukan mereka sebagai ‘mitra’ dalam proses pembelajaran hidup.
- Libatkan mereka dalam diskusi keluarga.
- Jelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.
- Ajak mereka berdialog, bukan hanya memberi instruksi.
Dengan memakai pendekatan seperti ini, anak-anak kita akan merasa dihargai sebagai bagian penting dari keluarga.
- Mengajarkan dan Menunjukkan Rasa Hormat kepada Anak
Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, apa yang dicontohkan (terutama oleh kedua orang tuanya). Kalau kita ingin agar anak-anak kita tumbuh dengan rasa saling menghargai, tunjukkan sikap hormat dalam interaksi dengan mereka:
- Jangan meremehkan pertanyaan anak, walau terdengar konyol.
- Jangan membentak anak
- Jangan mempermalukan anak di depan umum.
- Gunakan kata-kata sopan seperti “tolong” dan “terima kasih”.
Sikap hormat yang konsisten akan membuat anak merasa dihargai dan belajar menghargai orang lain.
- Meluangkan Waktu Berkualitas Bersama Anak
Meluangkan waktu adalah bentuk penghargaan yang paling nyata. Luangkan waktu khusus untuk bersama anak tanpa gangguan gadget atau pekerjaan, misalnya dengan:
- Bermain bersama, membaca buku, atau sekadar mengobrol santai.
- Rutinitas seperti “waktu cerita sebelum tidur” atau “joging pagi bersama.”
Waktu berkualitas menunjukkan bahwa anak penting dan layak mendapatkan perhatian penuh.
- Menerima Anak-anak Kita Apa Adanya
Sejatinya sikap menghargai datang dari penerimaan tanpa syarat. Anak-anak kita perlu tahu bahwa mereka dicintai bukan karena prestasi atau sikap baiknya saja, melainkan karena ‘siapa‘ mereka, dengan cara:
- Tidak membanding-bandingkan anak kita dengan saudara atau teman sebayanya.
- Tidak mencintai (dengan) bersyarat, seperti misalnya: “Mama sayang Kamu kalau kamu nurut sama Mama.”
- Menunjukkan kasih sayang (bahkan) ketika anak melakukan kesalahan.
Penerimaan tanpa syarat adalah pondasi utama agar anak merasa dihargai dan aman secara emosional.
Menghargai Anak Adalah ‘Investasi’ Jangka Panjang, bahkan Seumur Hidup
Menghargai anak bukan hanya tindakan sesaat, melainkan proses terus menerus yang konsisten dan membentuk karakter serta masa depan mereka kelak. Anak yang tumbuh dengan rasa dihargai akan lebih percaya diri, tangguh, dan mampu menjalin hubungan yang sehat. Sebagai orang tua, guru, atau pengasuh, kita memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang penuh penghargaan dan cinta.
Baca juga: Homeschoolng Jakarta
Dengan cara dan strategi yang cukup sederhana namun bermakna, kita bisa menjadi sumber kekuatan emosional bagi anak-anak kita. Karena pada akhirnya, anak yang merasa dihargai akan tumbuh menjadi pribadi yang juga mampu menghargai dirinya dan orang lain.
Membangun Kecerdasan Emosional yang Kuat Pada Anak