<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bakat Archives - Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</title>
	<atom:link href="https://www.fikarschool.sch.id/tag/bakat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.fikarschool.sch.id/tag/bakat/</link>
	<description>A School that feels like home - sekolah merdeka jakarta dan sekolah murid merdeka Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Jul 2023 00:47:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Wisuda</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/wisuda/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/wisuda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jul 2023 00:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[AGT]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ariani]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlukah Wisuda TK, SD, SMP, dan SMA? Wisuda yang seharusnya bisa menjadi sebuah momen yang membahagiakan bagi para orang tua karena bangga melihat anaknya berhasil menyelesaikan jenjang pendidikannya, saat ini keadaannya malah berbalik arah. Mereka ramai-ramai teriak di media sosial bahwa wisuda harusnya berada di jenjang pendidikan tinggi saja. Tak perlulah wisuda diadakan sejak jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/wisuda/">Wisuda</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perlukah Wisuda TK, SD, SMP, dan SMA?</strong></p>
<p>Wisuda yang seharusnya bisa menjadi sebuah momen yang membahagiakan bagi para orang tua karena bangga melihat anaknya berhasil menyelesaikan jenjang pendidikannya, saat ini keadaannya malah berbalik arah. Mereka ramai-ramai teriak di media sosial bahwa wisuda harusnya berada di jenjang pendidikan tinggi saja. Tak perlulah wisuda diadakan sejak jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA dengan alasan memberatkan sebagian besar orang tua, karena mereka harus mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit untuk memenuhi hasrat pihak sekolah menyelenggarakan acara wisuda ini.</p>
<p>Penulis tidak menyangka bahwa acara wisuda ini bisa menjadi bumerang bagi para orang tua, karena penulis awalnya berpikir bahwa hal ini sudah melalui pertimbangan yang matang oleh para orang tua untuk mengadakan acara wisuda ini bagi anak-anaknya. Namun sepertinya para orang tua tidak diajak bermusyawarah terkait acara wisuda tsb. Terbukti banyak dari para orang tua yang komplain, merasa acara wisuda ini menambah beban keuangan bagi sebagian besar orang tua. Karena mereka sepertinya tidak menyangka bahwa acara wisuda ini membutuhkan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Sedangkan mereka tidak melihat esensi dari acara wisuda ini bagi kualitas perkembangan studi anak-anak mereka. Acara wisuda ini malah terlihat seperti ajang pemborosan.</p>
<p>Menurut hemat penulis, seharusnya wisuda ini hanya diadakan ketika anak-anak kita sudah berhasil menamatkan Pendidikan Tingginya saja, untuk mengapresiasi perjuangan anak-anak kita dalam menempuh studinya, di mana (akhirnya) mereka berhasil menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan yang mereka harus lalui. Bukannya sejak PAUD mereka sudah diwisuda, karena perjuangan mereka saja masih belum seberapa, hingga hal ini bisa saja menjadi bumerang bagi anak-anak kita yang (di mana) mereka sudah sejak usia sedini mungkin mendapatkan hak istimewa, yaitu dengan cara mereka diwisuda. Padahal perjuangan mereka dalam menempuh studi masih nun jauh di sana, belum nampak samasekali kontribusi dalam karya ataupun prestasi yang berhasil mereka capai dalam studinya. Tetapi mereka sudah diganjar dengan penghargaan yang &#8216;tidak sepadan&#8217; dengan perjuangan mereka dalam menempuh pendidikannya.</p>
<p>Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai, acara wisuda di tingkat sekolah mempunyai manfaat yang tidak jelas dan bersifat pemborosan. Untuk itu, dia meminta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tegas melarang kegiatan yang memberatkan orang tua tersebut.</p>
<p>“Nggak perlulah ada acara-acara wisuda yang tidak jelas manfaatnya kecuali hanya hura-hura. Pemborosan uang saja itu. Kemendikbudristek harus tegas melarang acara wisuda-wisuda itu yang memberatkan orang tua dan tumbuh subur pungli di sekolah,” ujar Ubaid.</p>
<p>Meskipun ada yang menolak wisuda karena dianggap tidak penting, tapi ada juga yang mendukung, khususnya untuk murid SMK yang biasanya jarang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Sehingga mayoritas mereka tidak merasakan wisuda di perguruan tinggi &#8211; walaupun ada juga sebagian kecil lulusan SMK yang lanjut kuliah.</p>
<p>Jadi, pembelajaran apa yang berhasil mereka dapatkan jika penghargaan tersebut tidak selaras dengan usaha yang mereka perjuangkan? Justru dengan cara kita mewisuda mereka, kita malah mematikan daya juang mereka untuk meraih mimpi-mimpi maupun cita-cita mereka, karena belum apa-apa kita sudah memanjakan mereka dengan berbagai penghargaan atau seremonial-seremonial yang tidak dapat memberikan dampak positif yang mereka bisa dapatkan.</p>
<p>Maka wajar apabila banyak dari pihak orang tua yang khawatir dengan acara-acara wisuda ini jika akhirnya lebih banyak memberikan dampak negatifnya dibandingkan dampak positifnya. Mari kita pikirkan sejenak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://www.republika.id/posts/41973/perlukah-anak-tk-hingga-sma-wisuda">https://www.republika.id/posts/41973/perlukah-anak-tk-hingga-sma-wisuda</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/wisuda/">Wisuda</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/wisuda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PUTRI ARIANI America&#8217;s Got Talent</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/putri-ariani-americas-got-talent/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/putri-ariani-americas-got-talent/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 10:44:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[AGT]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Ariani]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5514</guid>

					<description><![CDATA[<p>PUTRI ARIANI America&#8217;s Got Talent; Fenomena Putri Ariani menjadi suatu kebanggan buat bangsa Indonesia, karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang membawa nama harum bangsa ini di dunia international melalui ajang pencarian bakat America&#8217;s Got Talent di bidang menyanyi, dan mendapatkan Golden Buzzer dari Simon Cowell (Golden Buzzer = undangan, atau &#8216;jalan pintas&#8217; untuk bisa langsung melaju ke babak Live</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/putri-ariani-americas-got-talent/">PUTRI ARIANI America&#8217;s Got Talent</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PUTRI ARIANI America&#8217;s Got Talent;</p>
<p>Fenomena Putri Ariani menjadi suatu kebanggan buat bangsa Indonesia, karena untuk pertama kalinya ada seseorang yang membawa nama harum bangsa ini di dunia international melalui ajang pencarian bakat <em>America&#8217;s Got Talent</em> di bidang menyanyi, dan mendapatkan <em>Golden Buzzer</em> dari Simon Cowell (Golden Buzzer = undangan, atau &#8216;jalan pintas&#8217; untuk bisa langsung melaju ke babak <em>Live Show</em> acara <em>America&#8217;s Got Talent</em>).</p>
<p>Simon Cowell adalah orang di balik kesuksesan grup musik One Direction juga -yang sempat merajai dunia musik pop dunia pada masanya- di mana Simon Cowell ini menjadi salah satu jurinya. Yang unik dari Simon Cowell ini adalah, selain dia seseorang yang memiliki indera yang tajam untuk dapat mengetahui dari awal apakah seseorang itu memiliki bakat di dunia hiburan, khususnya di bidang tarik suara atau menyanyi. Karena sudah lama dia malang melintang di dunia pencarian bakat sejak <em>American</em> <em>Idol</em> belum seterkenal saat ini. Salah satu juri yang paling menonjol karena sulitnya dia memuji bakat para peserta. Jadi tak perlu diragukan lagi kehebatannya dalam &#8216;mengendus&#8217; bakat seseorang di dunia tarik suara.</p>
<p>Seorang Putri Ariani yang awalnya diremehkan karena kekurangan (penglihatan) yang dia miliki bisa mengubah cara Simon Cowell menilai seseorang, bukan saja dari penampilannya, tetapi yang paling penting: bakat yang dimilikinya. Karena penulis awalnya menganggap Simon Cowell (kelihatannya) sedikit &#8216;meremehkan&#8217;. Terlihat dari wajahnya yang tidak bersemangat. Akan tetapi setelah Putri Ariani menunjukkan bakatnya yang luar biasa, langsung di depan matanya, spontan &#8216;terbelalak&#8217; mata Simon Cowell akan kehebatan (bakat) yang Putri Ariani miliki.</p>
<p>Dalam rasa syukurnya, Putri berkata, &#8220;We are able, we are capable, we are equal,&#8221; kepada CNN Indonesia TV yang tayang Kamis (8/6).</p>
<p>&#8220;Karena kita mampu, kita bisa, kita sama. Jadi harusnya tak ada lagi yang namanya diskriminasi&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, Putri Ariani juga mengatakan masih belum percaya mendapatkan golden buzzer dari Simon Cowell yang dikenal sebagai juri killer. &#8220;Perasaannya tidak bisa didefinisikan dengan kata-kata. Sampai sekarang juga masih merasa seperti mimpi,&#8221; ujar perempuan berusia 17 tahun itu.</p>
<p>&#8220;Tapi yang jelas Putri sangat bersyukur, sangat bahagia, dan yang pasti bangga. Enggak menyangka apresiasi dari masyarakat Indonesia dan dunia itu luar biasa banget,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sementara itu, ayah Putri, Ismawan Kurnianto, yang mendampingi sang putri bersama istrinya mengatakan dirinya yakin Putri memiliki kemampuan lebih meski anaknya itu lahir dalam kondisi prematur di usia 6 bulan. &#8220;Saya selalu percaya bahwa anak-anak kita itu punya kelebihan, kita hanya perlu untuk menemukannya,&#8221; ucap Ismawan dalam kesempatan yang sama.</p>
<p>&#8220;Caranya, berikan pendidikan yang terbaik sejak sedini mungkin. Segala sesuatu yang terbaik pasti akan menghasilkan yang paling baik,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Walau Putri Ariani memiliki kekurangan dalam penglihatan, tetapi Tuhan memberikan kelebihan yang lain, yaitu kehebatan suaranya. Di sinilah fenomena Putri Ariani bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk percaya oleh setiap mimpi yang kita miliki. Jangan cepat menyerah ketika kendala menerpa diri kita, karena bisa jadi kendala tersebut merupakan jalan Tuhan untuk mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik. Karena rencana Tuhan selalu lebih baik dibandingkan rencana kita.</p>
<p>Kita hanya diperintahkan untuk punya mimpi, dan percaya bahwa Tuhan akan mewujudkan impian kita. Kalau Putri Ariani bisa, kita pun pasti bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>( rujukan: <a href="https://waspada.id/opini/fenomena-putri-dan-pendidikan/">https://waspada.id/opini/fenomena-putri-dan-pendidikan/</a> )</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/putri-ariani-americas-got-talent/">PUTRI ARIANI America&#8217;s Got Talent</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/putri-ariani-americas-got-talent/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Coldplay</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/fenomena-coldplay/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/fenomena-coldplay/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2023 04:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5505</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada Apa dengan Konser Coldplay; Fenomena Coldplay bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama yang tidak kebagian tiket seperti penulis, hehehe. Bahwa sebagian besar masyarakat kita masih memiliki perasaan fomo (fear of Missing Out) yaitu perasaan takut kehilangan sesuatu karena jumlahnya terbatas, sehingga kita menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkannya. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan tiket Coldplay meskipun harus meminjam sejumlah</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/fenomena-coldplay/">Fenomena Coldplay</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ada Apa dengan Konser Coldplay; </strong>Fenomena Coldplay bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama yang tidak kebagian tiket seperti penulis, hehehe.</p>
<p>Bahwa sebagian besar masyarakat kita masih memiliki perasaan <strong><em>fomo</em></strong> <em>(fear of Missing Out)</em> yaitu perasaan takut kehilangan sesuatu karena jumlahnya terbatas, sehingga kita menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkannya. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan tiket Coldplay meskipun harus meminjam sejumlah uang kepada pinjol, hingga menyusahkan diri sendiri (meskipun belum tentu juga sebagian besar dari mereka adalah fans sejati, mungkin hanya sekedar ikut-ikutan saja untuk terjun ke <em>war ticket</em>) karena memang sedang menjadi trending topik di mana-mana soal kedatangan Coldplay ke Indonesia.</p>
<p>Penulis sebelumnya pernah juga menonton konser musik di luar negeri, tetapi keadaannya tidak sampai terjadi <em>war ticket</em>, masih dalam kondisi yang normal-normal saja. Padahal musisi tersebut juga adalah musisi tingkat dunia yang memiliki <em>fan base</em> di mana-mana. Akan tetapi penulis tidak mengalami yang namanya <em>war ticket. </em>Baru saat inila, di Indonesia, penulis mengalaminya.</p>
<p>Bahkan, terdapat 500.000 orang yang berada dalam antrian untuk mendapatkan tiket (padahal tiket yang tersedia hanya 80.000). Video-video yang beredar juga menunjukkan kehebohan dan semangat masyarakat dalam memperebutkan tiket konser tersebut. Ada juga orang yang ingin mendapatkan pengalaman terbaik di konser pertama Coldplay di Indonesia pada bulan November mendatang. Mengumpulkan uang yang dibutuhkan, dengan menjual beberapa barang berharga seperti kulkas, ponsel, printer, dan motor.</p>
<p>Perilaku seperti ini sebenarnya merupakan hasil dari komodifikasi sosial, di mana seseorang bisa menjadi terlena dengan suatu hal hingga bersedia melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Tentu saja, ini bukan sesuatu yang salah dari perspektif industri hiburan. Mereka memang berusaha mencari keuntungan. Namun, lapisan masyarakat dengan beragam kemampuan dan tingkat kesadaran kultural harus dihadapi dengan bijaksana.</p>
<p>Memang tidak ada yang salah jika kita mengidolakan sosok seseorang yang terkenal hingga kita berjuang untuk dapat bertemu dengan mereka, tetapi jangan sampai kita termakan oleh <em>hypes</em> atau sesuatu yang viral karena kita ingin dibilang orang yang tidak ketinggalan <em>trend</em>, karena sesuatu yang hypes atau viral sendiri belum tentu memiliki dampak manfaat bagi diri kita, hingga kita terjebak di dalamnya.</p>
<p>Kadang banyak orang yang memanfaatkan momen yang sedang trend atau viral untuk menarik pundi-pundi rupiah bagi keuntungan mereka pribadi dari orang-orang yang FOMO. Padahal mereka sendiri yang menjadi penyebabnya, apalagi dengan adanya sosial media, membuat sesuatu menjadi mudah <em>trending</em> atau viral.</p>
<p>Jadi jangan sampai kita termasuk orang-orang yang terjebak dalam permainan mereka. Jadilah netizen cerdas yang selalu berpikir sebelum bertindak. Jangan sampai diri kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://mix.co.id/marcomm/news-trend/fenomena-kepopuleran-coldplay-menguak-daya-tarik-di-balik-keputusan-fanatik/">https://mix.co.id/marcomm/news-trend/fenomena-kepopuleran-coldplay-menguak-daya-tarik-di-balik-keputusan-fanatik/</a>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/fenomena-coldplay/">Fenomena Coldplay</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/fenomena-coldplay/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NOBODY COMES TO SAVE US</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/nobody-comes-to-save-us/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/nobody-comes-to-save-us/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 15:51:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nobody comes to save us; Jika kita berharap kepada manusia untuk menjadi &#8216;dewa penolong&#8217; kita ketika kita mengalami musibah atau masalah dalam kehidupan ini, maka bersiaplah untuk kecewa. Karena kita meminta tolong kepada makhluk yang serupa dengan kita, yang juga sama-sama memiliki musibah dan masalah dalam kehidupannya (setiap manusia pasti tidak luput dari ujian dunianya masing-masing yang menimpa diri mereka</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/nobody-comes-to-save-us/">NOBODY COMES TO SAVE US</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nobody comes to save us; </strong>Jika kita berharap kepada manusia untuk menjadi &#8216;dewa penolong&#8217; kita ketika kita mengalami musibah atau masalah dalam kehidupan ini, maka bersiaplah untuk kecewa. Karena kita meminta tolong kepada makhluk yang serupa dengan kita, yang juga sama-sama memiliki musibah dan masalah dalam kehidupannya (setiap manusia pasti tidak luput dari ujian dunianya masing-masing yang menimpa diri mereka selama hayat masih di kandung badan). Sebagaimana yang pernah dikatakan Sahabat Nabi, Sayidina Ali, “Aku sudah merasakan semua kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia”.</p>
<p>Jika kita sudah mengetahui tentang hal tersebut, alangkah bijaknya jika kita tidak gampang kecewa ketika kita mengalaminya. Bahkan ini bisa menjadi pemicu bagi kita untuk berusaha lebih keras lagi, berusaha lebih giat lagi, agar kita tidak bergantung kepada mereka. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki harga diri, dan sebaiknya harga diri itu kita jaga erat-erat, karena hal itu yang membedakan kualitas manusia di mata manusia lainnya. Kalau harga diri itu sampai tergadaikan, apalagi sampai kita mengemis kepada manusia lainnya, maka apalah yang bisa kita harapkan dalam kehidupan ini?</p>
<p>Kalau kita menaruh harapan kepada manusia/orang lain, maka akan muncul beberapa keburukan, kekecewaan, kegelisahan dan kegalauan dalam hati. Bahkan bisa berujung kemarahan ataupun stress. Makin banyak berharap kepada makhluk, makin tidak enak hati kita. Selain itu, makin banyak gelisah, makin banyak kecewa, makin sering tersinggung dan makin sering marah-marah gak jelas. Jangan percaya terlalu banyak, jangan mencintai terlalu banyak, jangan berharap terlalu banyak, selain kepada Allah, sebab terlalu banyak akan melukai begitu banyak pula.</p>
<p>Salah seorang pendakwah kondang, A&#8217;a Gym, menyebut kunci kedua kebahagiaan di dalam hidup adalah berharap agar orang lain menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu mendekat kepada Tuhan. Hal tersebut sangat diperbolehkan. Berharaplah agar orang lain jadi lebih baik, jadi dekat dengan Tuhan, jadi bahagia, dan itu sangat diperbolehkan sekali. Berharaplah hal-hal yang baik untuk orang lain, itu bagus.</p>
<p>Kunci yang terakhir dalam meraih kebahagiaan di dalam hidup, yaitu berharap agar diri kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena orang tidak bisa memberikan manfaat apa pun untuk kita tanpa izin Tuhan. Jangan terlalu berharap pada orang lain. Daripada menjadi seseorang yang membutuhkan orang lain, jadilah seseorang yang dibutuhkan orang lain.</p>
<p>Berharap kepada manusia ibarat berharap kepada sesuatu yang lemah, sesuatu yang ringkih, sesuatu yang <strong>tidak</strong> abadi. Jika hati senantiasa ingin bahagia, janganlah bergantung pada siapapun selain kepada Allah. Berharaplah kepada sesuatu yang Maha Sempurna, Maha Kuasa, yang tidak membutuhkan sesuatu apa pun dari makhluk, yaitu Tuhan yang menciptakan makhluk yang bernama manusia itu sendiri –apabila kita meyakininya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://berbagibahagia.org/berbagiinfo/Pelajaran%20Hidup/agar-tidak-menjadi-kecewa-jangan-pernah-berharap-kepada-manusia-dan-senantiasa-selalu-berharap-kepada-allah">https://berbagibahagia.org/berbagiinfo/Pelajaran%20Hidup/agar-tidak-menjadi-kecewa-jangan-pernah-berharap-kepada-manusia-dan-senantiasa-selalu-berharap-kepada-allah</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/nobody-comes-to-save-us/">NOBODY COMES TO SAVE US</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/nobody-comes-to-save-us/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HEBAT DI SATU BIDANG</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Apr 2023 13:15:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hebat di Satu Bidang; Banyak orang di luar sana berusaha dengan segala daya upaya agar bisa segera mencicipi kesuksesan yang menjadi impian mereka, tetapi semakin mereka berusaha sepertinya kehidupan mereka masih jauh dari kata sukses. Hal ini merupakan sebuah fenomena yang absurd, karena seharusnya ketika mereka sudah berusaha dengan segala daya upaya terbaik, setidaknya kesuksesan sudah semakin dekat dengan impian</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/">HEBAT DI SATU BIDANG</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hebat di Satu Bidang; </strong>Banyak orang di luar sana berusaha dengan segala daya upaya agar bisa segera mencicipi kesuksesan yang menjadi impian mereka, tetapi semakin mereka berusaha sepertinya kehidupan mereka masih jauh dari kata sukses. Hal ini merupakan sebuah fenomena yang absurd, karena seharusnya ketika mereka sudah berusaha dengan segala daya upaya terbaik, setidaknya kesuksesan sudah semakin dekat dengan impian kita. Akan tetapi kalau sampai arah kebalikannya, berarti ada hal yang salah yang butuh menjadi perhatian kita (mengapa sampai semua ini bisa terjadi).</p>
<p>Banyak orang ingin sukses, tetapi mereka hanya bisa meniru kesuksesan orang lain, bukan kesuksesan yang benar-benar mereka inginkan. Akhirnya karena mereka tidak bisa menirunya, maka mereka berusaha meniru kesuksesan orang lain yang berikutnya. Mereka tidak berusaha mencari tahu kesuksesan seperti apa yang benar-benar mereka inginkan, maka segala bidang pun mereka coba, segala bidang mereka upayakan –yang penting bisa sukses seperti &#8216;mereka-mereka&#8217; itu.</p>
<p>Padahal suksesnya orang lain bukan berarti akan sama dengan kesuksesan yang akan kita raih. Akhirnya pada satu titik mereka menyerah karena semakin sulit impian itu bisa mereka raih hingga mereka berhenti berusaha samasekali. Tidak ada yang salah jika kita meniru kesuksesan orang lain, karena ini bisa jadi pemicu semangat bagi kita agar kita bisa juga sukses seperti mereka. Tetapi yang salah jika kita menirunya hanya berdasarkan seberapa banyak materi atau uang yang berhasil mereka kumpulkan, bukan berdasarkan apakah bidang orang sukses tersebut merupakan bidang yang sungguh-sungguh kita sukai.</p>
<p>Kadang kita tidak pernah berpikir sampai sejauh itu karena prioritas kita hanya hasilnya, bukan prosesnya. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa meniru pencapaian orang sukses tersebut kalau kita saja sudah tidak suka dengan bidang yang mereka jalani? Maka akan semakin sulit saja kita bisa seperti mereka. Pikirkan saja bidang apa yang merupakan kekuatan kita –bisa dimulai dari bidang apa yang sangat-sangat kita sukai, karena bidang yang kita sukai adalah kekuatan diri kita yang selama ini tersembunyi.</p>
<p>Orang yang sangat menyukai satu bidang, pasti dia akan berani berkorban untuk bisa tetap menjadi yang terbaik di bidang tersebut, karena dia tidak akan gampang mengalami rasa bosan, cepat putus asa maupun capek dan lelah (dia tahu persis bahwa dia tidak sedang bekerja, melainkan bersenang-senang).</p>
<p>Maka, temukanlah bidang tersebut sampai dapat, karena orang yang fokus terhadap satu bidang akan lebih berpeluang semakin cepat untuk meraih kesuksesannya. Karena dia semakin lebih cepat untuk menjadi yang terhebat di bidang tersebut, hingga harta benda tinggal menunggu waktunya saja berada dalam genggamannya.</p>
<p>Jika kita suka menulis, pasti tulisan kita memiliki gaya yang berbeda dengan orang lain. Jika kita mempunyai keahlian bermain bola, pasti gaya bermainnya tidak sama persis dengan pemain lainnya. Begitupun lainnya, pasti kita tidak sepenuhnya sama dengan orang lain. Karena berbeda, maka kita harus bisa memaksimalkan yang kita miliki untuk memberi manfaat pada sesama.</p>
<p>Bagi Anda yang sudah ahli dalam suatu hal, atau sedang menekuni suatu bidang, teruslah fokus pada hal itu, hingga kita benar-benar bisa melakukannya. Aku yakin, keahlian kita masing-masing tidak ada yang sama persis, walaupun bidang yang kita tekuni banyak di tekuni orang lain. Karena kita adalah kita, kita beragam, dan kita hebat sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita ini, bukan hebat karena meniru orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://www.kompasiana.com/0258_raihantriatmojo3821/6033bdb5049cd745701729d2/tak-perlu-ahli-dalam-segalanya-jadilah-ahli-dalam-bidang-yang-kamu-yakin-kamu-bisa">https://www.kompasiana.com/0258_raihantriatmojo3821/6033bdb5049cd745701729d2/tak-perlu-ahli-dalam-segalanya-jadilah-ahli-dalam-bidang-yang-kamu-yakin-kamu-bisa</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/">HEBAT DI SATU BIDANG</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat yang Tidak Terlihat</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/melihat-yang-tidak-terlihat/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/melihat-yang-tidak-terlihat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2023 10:55:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mempertanyakan penglihatan kita; Kadang kita melihat sesuatu hanya yang ingin kita lihat. Jarang kita melihat sesuatu yang tidak terlihat, atau di balik yang ingin kita lihat (yang tidak terlihat). Itu dikarenakan kita sudah merasa cukup puas dengan apa yang terlihat dengan mata kita, bukan dengan mata batin kita. Padahal mata mudah tertipu, mata mudah dikelabui, tetapi itu yang mudah kita</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/melihat-yang-tidak-terlihat/">Melihat yang Tidak Terlihat</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://www.fikarschool.sch.id/wp-content/uploads/2023/04/LIHAT-YANG-TIDAK-TERLIHAT.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5486 alignleft" src="https://www.fikarschool.sch.id/wp-content/uploads/2023/04/LIHAT-YANG-TIDAK-TERLIHAT.jpg" alt="Melihat yang Tidak Terlihat" width="275" height="183"></a>Mempertanyakan penglihatan kita; </strong>Kadang kita melihat sesuatu hanya yang ingin kita lihat. Jarang kita melihat sesuatu yang tidak terlihat, atau di balik yang ingin kita lihat (yang tidak terlihat). Itu dikarenakan kita sudah merasa cukup puas dengan apa yang terlihat dengan mata kita, bukan dengan mata batin kita. Padahal mata mudah tertipu, mata mudah dikelabui, tetapi itu yang mudah kita percayai, yaitu mata kita.</p>
<p>Kita ingin mempercayai sesuatu yang ingin kita percaya, bukan yang melandasi mengapa semua itu terlihat oleh mata kita. Kesannya rumit yah, tetapi di sini saya ingin mengajak kita berpikir sejenak, apa yang menyebabkan kehidupan kita seperti saat ini diawali oleh apa yang terlihat oleh mata kita, kemudian dicerna oleh pikiran kita. Akan tetapi karena keterbatasan nalar kita, maka mudah sekali kita mengambil sebuah keputusan dari apa yang terlihat oleh mata kita –seiring bertambah usia kita, bertambah pula wawasan dan pemikiran kita.</p>
<p>Maka ketika kita mengalami kekecewaan, kesedihan dan keputusasaan, ingat seiring berjalannya waktu akan tersingkap pula apa&nbsp; yang terjadi di balik semua yang kita lihat dengan mata ini. Memang tidak mudah melihat sesuatu di balik yang terlihat oleh mata kita karena sejak kecil kita jarang diajak untuk memikirkan apa yang terjadi di balik yang terlihat oleh mata kita saja, karena memang itu yang paling mudah untuk mereka lakukan agar tidak muncul pertanyaan-pertanyaan dari mulut kita yang mungkin akan mengganggu mereka. Tetapi di sinilah masalah itu mulai menghampiri diri kita, karena kita jarang diajak untuk memikirkan apa yang tidak terlihat oleh mata kita.</p>
<p>Kemampuan berpikir adalah suatu keahlian yang perlu dibiasakan, sama seperti keahlian-keahlian yang lainnya. Jadi apabila saat ini kita sulit melihat apa di balik peristiwa yang terlihat oleh mata kita, maka mulailah untuk kita mau memikirkan apa yang tidak terlihat oleh mata kita. Karena manfaatnya bukan hanya untuk diri kita saja saat ini, tetapi juga untuk orang-orang di sekeliling kita dan tentunya masa depan terbaik yang menanti kita.</p>
<p>Baca juga : <a href="https://www.fikarschool.sch.id/hebat-di-satu-bidang/">Hebat di satu bidang&nbsp;</a></p>
<p>Ada hal-hal di dunia ini yang seharusnya terlihat, tapi menjadi tak terlihat karena terlalu cepat menutup ‘mata’ karena merasa apa yang dilihatnya sudah cukup – padahal ada hal yang tak terlihat, yang seharusnya dilihat. Agar tidak salah menghakimi dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi.</p>
<p>Bahkan dalam hal-hal tertentu, kita tidak bisa melihat dengan jelas kecuali dengan hati.&nbsp; Demikian kira kira terjemahan <em>quote </em>terkenal dari empu Prancis bernama Antoine de Saint Exupéry. Tentu saja yang dia maksud bukan sekedar melihat benda fisik tapi juga melihat peristiwa dan kenyataan sosial politik budaya yang rumit karena saling terkait.</p>
<p>Kita harus melihat dengan mata hati.&nbsp; Tapi masalahnya tidak semua orang memiliki hati yang memenuhi syarat untuk mampu melihat dengan jernih. Lantas hati macam apa yang mampu melihat kenyatan dengan bening?&nbsp; Tentu saja hati yang bersih dan sehat.&nbsp; Bukan hati yang kotor dan ‘sakit’.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://www.indonesiana.id/read/154311/melihat-dengan-mata-hati">https://www.indonesiana.id/read/154311/melihat-dengan-mata-hati</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/melihat-yang-tidak-terlihat/">Melihat yang Tidak Terlihat</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/melihat-yang-tidak-terlihat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Tempat Ketenangan</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/rumah-tempat-ketenangan/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/rumah-tempat-ketenangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 02:47:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5481</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang anak kita rasakan di rumah; Banyak anak-anak di luar sana merasa lebih betah berada di luar rumah dibandingkan berada di rumah sendiri. Mereka mencari ketenangan di luar rumah. Mereka merasa lebih nyaman berada di luar rumah dibandingkan berada di dalam rumah sendiri, padahal rumah tersebut adalah tempat di mana mereka sejak kecil dibesarkan. Rumah tersebut menjadi saksi mata</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/rumah-tempat-ketenangan/">Rumah Tempat Ketenangan</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa yang anak kita rasakan di rumah; </strong>Banyak anak-anak di luar sana merasa lebih betah berada di luar rumah dibandingkan berada di rumah sendiri. Mereka mencari ketenangan di luar rumah. Mereka merasa lebih nyaman berada di luar rumah dibandingkan berada di dalam rumah sendiri, padahal rumah tersebut adalah tempat di mana mereka sejak kecil dibesarkan.</p>
<p>Rumah tersebut menjadi saksi mata mereka tumbuh menjadi seorang anak manusia, tetapi mengapa ketika badan mereka sudah mulai membesar sedikit, mereka tidak merasa betah apabila berada di lingkungan rumah, hati mereka lebih condong kepada teman-teman mereka atau lingkungan luar rumah.</p>
<p>Kadang kita sebagai orang tua beralasan &#8220;wajar&#8221; ketika anak sudah besar mereka lebih condong sama teman-temannya atau lingkungannya (bukan dengan mereka lagi). Tetapi pertanyaannya, apakah benar demikian? Atau itu hanya alasan kita saja untuk melemparkan tanggung jawab kita, bahwa kita memang tidak sanggup sebagai orang tua yang menciptakan ketenangan di dalam rumah.</p>
<p>Karena selama ini memang kita tidak berusaha menciptakan ketenangan itu. Kita malah lebih sibuk mendandani bangunan fisik rumah kita saja. Kita lebih fokus mendekor rumah kita dibandingkan mendekor &#8216;hati&#8217; para penghuni rumahnya dengan kasih sayang dan perhatian yang besar kepada mereka, karena kita gagal fokus maka wajar apabila anak-anak kita lebih mendapatkan ketenangan di luar rumah dibandingkan di dalam rumahnya sendiri.</p>
<p>Sulit kita bisa melihat tumbuhnya jiwa-jiwa yang kuat di dalam diri anak-anak kita jika kita tidak berkeinginan kuat menciptakan rasa ketenangan itu di rumah. Karena mana mungkin anak-anak kita bisa memiliki jiwa yang kuat kalau mereka tidak mendapatkan limpahan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Pasti anak-anak kita akan tumbuh menjadi manusia yang &#8216;mati rasa&#8217;, karena memang tidak ada rasa di hatinya (sudah membeku akibat tidak ada rasa kasih sayang dan peduli yang menyelimuti hati mereka). Jadi upaya keras kita selama ini mempercantik bangunan fisik rumah kita menjadi sia-sia, karena manusia-manusia yang menjadi penghuninya sudah tidak lagi memiliki rasa.</p>
<p>Tetapi pertanyaannya: apakah kita merasa nyaman menjadi penghuni rumah tersebut? Lalu bagaimana dengan nasib anak-anak kita, karena rumah yang seharusnya menjadi benteng utama bagi anak-anak kita menemukan ketenangannya justru tempat mereka itu dirusak ketenangannya?</p>
<p>Mengusahakan suasana rumah agar tetap nyaman untuk ditempati menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan. Sehingga dari hal sederhana ini, akan turut mendukung anggota keluarga tetap menjalankan rutinitias produktif harian mereka dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>Tips-tips berikut ini dapat kita lakukan, di antaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Memastikan kondisi rumah telah memberikan ketenangan yang menenangkan bagi seluruh anggota keluarga, mulai dari kebersihan, keteraturan, kerapihan ruangan.</li>
<li>Rutin meluangkan waktu untuk melakukan sesi spesial dengan masing-masing anggota keluarga agar kebutuhan emosional satu sama lain terpenuhi.</li>
<li>Ubah ekspektasi untuk tidak menjadi orangtua yang sempurna, khususnya di masa-masa yang penuh dengan ketidakpastian ini. Lebih baik memfokuskan diri untuk mensyukuri hal-hal yang membuat kita bisa bertahan menjalani hari dengan penuh cinta dan kasih sayang.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://www.popmama.com/amp/life/home-and-living/sania-chandra/cara-membuat-rumah-menjadi-tempat-menenangkan-di-tengah-kondisi-sulit?page=all#page-2">https://www.popmama.com/amp/life/home-and-living/sania-chandra/cara-membuat-rumah-menjadi-tempat-menenangkan-di-tengah-kondisi-sulit?page=all#page-2</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/rumah-tempat-ketenangan/">Rumah Tempat Ketenangan</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/rumah-tempat-ketenangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berikan Terbaik</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/berikan-terbaik/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/berikan-terbaik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2023 10:04:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selalu memberikan yang terbaik dari apa yang kita bisa;&#160; Apa pun amanah yang diberikan kepada kita, berikanlah yang terbaik, karena amanah yang diberikan kepada kita mengandung tanggung jawab yang besar, yang apabila kita tidak tunaikan dengan segala daya upaya terbaik, maka sulit bagi kita mendapatkan kepercayaan kembali. Padahal kepercayaan nilainya melebihi nilai kepercayaan itu sendiri, yang kadang kita menganggapnya sepele,</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/berikan-terbaik/">Berikan Terbaik</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selalu memberikan yang terbaik dari apa yang kita bisa;</strong>&nbsp; Apa pun amanah yang diberikan kepada kita, berikanlah yang terbaik, karena amanah yang diberikan kepada kita mengandung tanggung jawab yang besar, yang apabila kita tidak tunaikan dengan segala daya upaya terbaik, maka sulit bagi kita mendapatkan kepercayaan kembali. Padahal kepercayaan nilainya melebihi nilai kepercayaan itu sendiri, yang kadang kita menganggapnya sepele, hingga kita sering melanggar nilai kepercayaan tersebut.</p>
<p>Banyak orang sukses lahir di luar sana bukan hanya karena kepintaran mereka, bukan hanya karena bakat mereka, bukan hanya karena mereka itu anak siapa, tetapi mereka bisa sukses karena mereka memegang teguh nilai kepercayaan dengan sepenuh hati –dengan mereka memberikan yang terbaik dari amanah (tugas) yang mereka terima, apa pun jenis amanahnya. Ketika mereka sudah berkomitmen, maka tidak ada lagi sesuatu yang dapat menghalangi mereka. Inilah sikap orang sukses yang kadang luput dari pandangan kita.</p>
<p>Kita pikir orang bisa sukses hanya karena faktor modal, faktor keturunan, faktor pendidikan. Padahal menurut saya pribadi, faktor terkuat agar orang bisa sukses adalah karena kita bisa memegang kepercayaan yang diberikan kepada kita, yaitu dengan selalu memberikan yang terbaik dari apa yang kita bisa. Kita jauhi sifat suka mencari alasan apabila kita gagal. Kita lebih suka mengakui kesalahan kita apabila kita gagal, karena orang sukses selalu terus berupaya memperbaiki diri, bukan mencari alasan. Karena dia sadar bahwa mengakui kesalahan membuat dia semakin bertumbuh. Karena kita mengetahui di mana letak kesalahannya, dan kita jadi tahu cara untuk memperbaikinya.</p>
<p>Akan tetapi kalau kita mencari-mencari alasan, sama saja kita membenamkan diri dalam kegagalan yang kita tidak tahu kapan kita melihat sinar kembali untuk berada dalam jalur kesuksesan kita. Hal yang patut untuk kita renungkan.</p>
<p>Sebagai seorang ciptaan Tuhan pun, kita akan mendapatkan berkat-berkat yang lebih daripada yang kita layak terima ketika kita sungguh-sungguh mencintai dan menghormati Tuhan pencipta kita</p>
<p>Dengan memberikan yang terbaik, kita akan merasa bahagia walaupun pemberian tersebut bukan berupa materi. Kita akan memiliki sahabat yang banyak, tidak ada perasaan cemas, takut, khawatir, dan prasangka buruk. Kehidupan kita akan penuh dengan kedamaian, ketentraman, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Ini semua adalah akibat dari perbuatan baik yang kita praktikkan dalam kehidupan ini.</p>
<p>Kita semua mengharapkan segala sesuatunya lebih baik dari hari ini. Jika kita ingin yang baik di masa yang akan datang, marilah kita menanam perbuatan baik terlebih dahulu di masa sekarang. Jangan hanya berharap tapi tanpa pernah menanam. Tidak ada buah yang akan dipetik tanpa bibit yang ditanam.</p>
<p>Siapkah diri anda untuk menanam (memberikan) yang terbaik kepada orang lain dan menerima yang terbaik di masa yang akan datang?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rujukan: <a href="https://www.powercharacter.com/post/berikan-yang-terbaik-dan-jadilah-yang-terbaik-dalam-memberi">https://www.powercharacter.com/post/berikan-yang-terbaik-dan-jadilah-yang-terbaik-dalam-memberi</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/berikan-terbaik/">Berikan Terbaik</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/berikan-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tension and Trauma Releasing Excercise</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/tension-and-trauma-releasing-excercise/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/tension-and-trauma-releasing-excercise/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 03:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagaimana Mengatasi Trauma berkepanjangan; Dari masa ke masa, manusia tidak akan pernah lepas dari beban kehidupan dalam bentuk apa pun –apakah itu kekerasan dalam rumah tangga, korban bullying, rasisme, korban kecelakaan, korban peperangan, dan lain sebagainya. Semua pengalaman tersebut akan membentuk mental yang mengalaminya, suka maupun tidak, diakui maupun tidak diakui, akan terasa ketika mereka menjalani kehidupannya. Hal ini secara</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/tension-and-trauma-releasing-excercise/">Tension and Trauma Releasing Excercise</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bagaimana Mengatasi Trauma berkepanjangan</strong>; Dari masa ke masa, manusia tidak akan pernah lepas dari beban kehidupan dalam bentuk apa pun –apakah itu kekerasan dalam rumah tangga, korban <em>bullying</em>, rasisme, korban kecelakaan, korban peperangan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Semua pengalaman tersebut akan membentuk mental yang mengalaminya, suka maupun tidak, diakui maupun tidak diakui, akan terasa ketika mereka menjalani kehidupannya. Hal ini secara otomatis akan mempengaruhi masa depan mereka, karena ketika kita mengalami sebuah kejadian yang sangat menyakitkan, semua pengalaman tersebut secara otomatis akan tersimpan rapi di dalam pikiran kita.</p>
<p>Karena pikiran kitalah yang akan melahirkan tindakan kita, maka ketika kita tidak berusaha berdamai dengan diri sendiri, ingatan akan kejadian yang menyakitkan tersebut akan menghambat kehidupan kita. Kita akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak lagi mengalami pengalaman yang sama.</p>
<p>Tetapi seringkali cara kita kurang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya, kita membatasi diri dalam pergaulan, mengkonsumsi alkohol, obat penenang, zat adiktif, dan lain-lain. Kita cenderung tidak mau melakukan aktivitas yang akan memberikan dampak positif pada diri kita lagi. Padahal hal itu penting untuk kita lakukan karena pengalaman tersebut secara tidak sadar telah membentuk sebuah trauma di dalam diri kita (yang biasa kita sebut dengan mental blok).</p>
<p>Apabila ini terus dibiarkan, maka masa depan kita yang menjadi taruhannya, karena masa depan kita dibentuk dari seberapa banyak tindakan yang kita lakukan. Padahal tindakan kita semua itu berawal dari hasil pikiran. Oleh karena itu, alhamdulillah, puji Tuhan, kita beruntung karena pada saat ini salah seorang pakar yang bernama Dr. David Berceli telah menemukan sebuah metode revolusioner yang disebut dengan TRE (Trauma Releasing Exercises) dari pengalaman beliau menjadi relawan di tempat-tempat konflik di seluruh dunia. Beliau memperhatikan mengapa seseorang yang mengalami sebuah peristiwa yang menggoncang kehidupannya, maka mereka akan mengalami getaran di tubuhnya. Ternyata ini adalah sebuah &#8216;mekanisme pertahanan tubuh&#8217; untuk dapat mengatasi peristiwa yang mengerikan tersebut, agar tubuh dapat mempengaruhi pikiran, agar pikiran dapat tenang menerima peristiwa tersebut.</p>
<p>Hal ini ternyata menarik perhatian beliau, sehingga beliau menemukan sebuah metode yang disebut dengan <strong>TRE</strong>, agar tubuh dapat memicu getaran yang sama tanpa harus mengalami peristiwanya terlebih dahulu. Akan tetapi getaran tersebut ditimbulkan dengan cara disengaja, di mana metode ini dapat membantu orang-orang yang pernah mengalami kejadian trauma di masa lalu yang menghambat kehidupan kita tanpa kita harus menceritakan peristiwanya terlebih dahulu, karena selama ini metode umum untuk penyembuhan trauma yang ada (biasanya) kita harus menceritakan pengalaman traumatis yang kita alami terlebih dahulu kepada para profesional di bidang penanganan khusus yang berkaitan dengan trauma seperti psikiater, <em>Hypnotherapist</em> atau psikolog yang kadang membuat hidup kita menjadi sangat bergantung dengan keberadaan mereka. Padahal apabila hal ini terus dibiarkan, maka kita menghambat kehidupan kita sendiri, karena kita tidak menjadi mandiri atau terbebas dari intervensi pihak luar dalam mengatur kehidupan kita sendiri.</p>
<p>Betapa sedihnya kehidupan kita apabila trauma ini terus berlangsung selama kehidupan kita di dunia ini. Dengan metode TRE ini, Dr. David Berceli mengajarkan kepada kita agar kita bisa hidup mandiri, mengatasi trauma yang kita miliki, karena tubuh manusia memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa yang dapat membantu mengatasinya, yaitu dengan cara memicu getaran di tubuh manusia yang dimana getaran tersebut dapat mempengaruhi kondisi pikiran kita langsung secara internal tanpa kita perlu bergantung dengan orang-orang profesional tersebut yang kadang kala kita malu untuk menceritakan masalah yang kita alami kepada mereka karena ini merupakan sebuah aib yang&nbsp; berusaha kita pendam. Tetapi semakin kita pendam justru akan merusak kehidupan kita, bukan hanya pikiran kita, tetapi juga fisik kita karena keduanya saling terkait.</p>
<p>Oleh karena itu, TRE secara alami menciptakan sebuah getaran di tubuh manusia yang menyebabkan perubahan kondisi pikiran kita langsung secara internal, yaitu kita membiarkan tubuh kita untuk mempengaruhi pikiran kita dengan cara <strong><u>menstimulus getaran</u></strong> di tubuh kita, di mana kalau saja kita melakukannya secara rutin, maka latihan TRE ini akan menyebabkan kita dapat mengambil alih kehidupan kita kembali, yaitu dengan cara kita kita dapat mengambil alih pikiran kita dari trauma masa lalu untuk membentuk pikiran baru yang dapat membentuk masa depan yang lebih baik. Semua orang bisa melakukannya, dan caranya cukup sederhana, dimulai dari merilekskan tubuh.</p>
<p>Rujukan: <a href="https://health.detik.com/fotohealth/d-4285282/mencoba-tre-olahraga-untuk-membantu-melepaskan-stres">https://health.detik.com/fotohealth/d-4285282/mencoba-tre-olahraga-untuk-membantu-melepaskan-stres</a></p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/tension-and-trauma-releasing-excercise/">Tension and Trauma Releasing Excercise</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/tension-and-trauma-releasing-excercise/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jiwa Besar</title>
		<link>https://www.fikarschool.sch.id/jiwa-besar/</link>
					<comments>https://www.fikarschool.sch.id/jiwa-besar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 00:51:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News & Article]]></category>
		<category><![CDATA[News front page]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[atlet]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[berijazah]]></category>
		<category><![CDATA[bilingual]]></category>
		<category><![CDATA[coaching]]></category>
		<category><![CDATA[cyber]]></category>
		<category><![CDATA[english]]></category>
		<category><![CDATA[homeschooling]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah fleksibel]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah online]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah terbuka]]></category>
		<category><![CDATA[study from home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.fikarschool.sch.id/?p=5446</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jiwa Besar; Ketika ujian kehidupan datang bertubi-tubi menghampiri kehidupan kita, kadang kita merasa Tuhan tidak adil kepada diri kita –Tuhan kejam kepada diri kita, Tuhan tidak mengasihi diri kita– merasa bahwa Tuhan tidak pernah hadir untuk kita. Padahal kalau saja kita sejenak mau merenungi ujian kehidupan yang menghampiri, pasti ada &#8216;pesan&#8217; dari Tuhan terselip di sana, yaitu pesan bahwa semua</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/jiwa-besar/">Jiwa Besar</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jiwa Besar;</p>
<p>Ketika ujian kehidupan datang bertubi-tubi menghampiri kehidupan kita, kadang kita merasa Tuhan tidak adil kepada diri kita –Tuhan kejam kepada diri kita, Tuhan tidak mengasihi diri kita– merasa bahwa Tuhan tidak pernah hadir untuk kita. Padahal kalau saja kita sejenak mau merenungi ujian kehidupan yang menghampiri, pasti ada &#8216;pesan&#8217; dari Tuhan terselip di sana, yaitu pesan bahwa semua ujian ini adalah <strong>baik</strong> untuk diri kita, terutama baik bagi mental kita.</p>
<p>Manusia yang tidak teruji mentalnya (biasanya) akan menjadi manusia yang memiliki jiwa yang lemah, jiwa yang rapuh, jiwa yang tidak bisa bertumbuh menjadi besar. Karena hanya pemilik jiwa yang besar sajalah yang sanggup menjadi &#8216;orang besar&#8217;, yakni orang yang mampu mengemban tugas besar yang menanti dirinya. Karena tugas yang besar menandakan bahwa orang tersebut siap untuk &#8216;naik kelas&#8217; dalam kehidupannya, yaitu mencapai kehidupan yang makmur, kehidupan yang penuh dengan suka cita –bukankah itu yang sebenarnya kita inginkan?</p>
<p>Namun kebalikannya, pemilik jiwa yang kecil pasti hanya sanggup mengemban tugas yang kecil-kecil saja, atau tugas yang remeh-temeh saja. Sampai kapan pun orang tersebut selalu menjadi orang yang &#8216;rata-rata&#8217; alias <strong>tidak berprestasi</strong>. Tetapi apakah itu yang kita inginkan dalam menjalani waktu hidup di dunia yang amat sangat terbatas ini? Mari kita pikirkan bersama!</p>
<p><strong>Tips-Tips agar kita memiliki jiwa yang besar: </strong></p>
<ol>
<li>Sadarilah bahwa hidup yang dipenuhi ujian besar menandakan bahwa Tuhan ingin kita menjadi &#8216;orang besar&#8217;.</li>
<li>Setiap ujian yang datang menghampiri kita memiliki pesan bahwa kita mampu untuk menyelesaikannya, karena Tuhan tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan diri kita.</li>
<li>Teruslah mengasah kemampuan kita dengan ilmu yang bermanfaat, agar kita siap menghadapi segala ujian kehidupan ini dengan jiwa yang besar, karena (kadang) memiliki jiwa besar tergantung dari seberapa banyak ilmu yang kita miliki.</li>
<li>Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dalam situasi dan kondisi yang buruk. Hindari mengambil keputusan penting ketika pikiran dan perasaan kita sedang tidak menentu, apalagi dalam keadaan emosional.</li>
<li>Belajarlah untuk melihat semua persoalan secara proporsional. Hindari kebiasaan membesar-besarkan masalah kecil. Jangan biarkan diri Anda dipusingkan dengan urusan-urusan sepele.</li>
<li>Belajarah menerima orang lain sebagaimana adanya. Jangan berusaha atau menuntut orang lain berubah sesuai harapan dan keinginan Anda. Namun tidak ada salahnya Anda memotivasi mereka untuk lebih berkembang.</li>
<li>Belajarlah untuk melihat kebaikan dan keistimewaan oran lain. Dengan begitu Anda tidak akan terlalu terganggu oleh kelemahannya.</li>
<li>Selesaikan setiap konflik dengan <em>win-win solution. </em>Masalah terselesaikan tanpa ada pihak yang merasa kalah/terzalimi. Hanya orang yang berjiwa kecil yang selalu ingin menang sendiri.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>rujukan: <a href="https://smadangawi.sch.id/smd.kiat-berjiwa-besar/">https://smadangawi.sch.id/smd.kiat-berjiwa-besar/</a>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://www.fikarschool.sch.id/jiwa-besar/">Jiwa Besar</a> appeared first on <a href="https://www.fikarschool.sch.id">Homeschooling Jakarta Selatan - Homeschooling Jakarta - Sekolah Karakter, Berkarakter</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.fikarschool.sch.id/jiwa-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
