Homeschooling BSD

20 Mar
0 comment

Sekitar satu sampai dua dekade terakhir, sudah ada perubahan paradigma dalam dunia pendidikan, sedikit demi sedikit. Mungkin dulu istilah “homeschooling” belum begitu dikenal, walaupun sudah ada pendidikan non-formal (di luar sekolah formal), yang dikenal dengan istilah “Kejar Paket”. Sekarang homeschooling sudah lebih banyak dikenal, meski belum menjadi arus ‘mainstream’, baru sebagai alternatif saja. Salah satu wilayah atau daerah yang cukup mengalami perkembangan di dunia pendidikan non-formal atau homeschooling adalah wilayah BSD (Bumi Serpong Damai).

BSD merupakan salah satu wilayah yang cukup elit di kota Tangerang Selatan, Banten. Daerah ini berkembang pesat dan semakin maju seiring pembangunan yang terus dilakukan. Dalam dunia pendidikan, BSD juga mengalami integrasi dan kemajuan yang pesat. Sudah banyak juga keluarga di BSD yang memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak mereka.

Homeschooling BSD adalah sistem pendidikan yang terintegrasi antara lembaga pendidikan (penyelenggara homeschooling), dan orang tua  di rumah. Sistem ini memberikan kebebasan dalam mengatur dan memprioritaskan metode pengajaran, kurikulum, dan apa yang ingin atau perlu dipelajari oleh anak-anak mereka. Dalam homeschooling BSD, pendidikan tidak hanya berfokus pada bidang akademis, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian anak, serta mengasah bakat dan minat anak.

Alasan utama banyak orang tua di BSD memilih homeschooling, salah satunya adalah agar anak dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan keunikannya masing-masing. Dalam homeschooling, orang tua bisa memilah dan memilih subjek maupun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan bakat-minat anak, sehingga potensi anak bisa muncul dan terasah dengan lebih baik, lebih spesifik.

Baca juga: Homeschooling Jakarta Selatan

Homeschooling BSD, di sisi lain, juga memberi kebebasan dalam memilih metode pengajaran yang paling efektif. Bahwa anak-anak itu memiliki keunikan masing-masing, dan gaya belajar yang juga berbeda-beda, melalui homeschooling, orang tua pun bisa menyesuaikan metode pendidikan dan KBM (kegiatan belajar mengajar) dengan gaya belajar anak. Harapannya, ini mampu meningkatkan pemahaman dan keberhasilan belajar anak secara konsisten.

Homeschooling Bumi Serpong Damai atau BSD pun semakin populer ketika terjadi pandemi Covid-19, karena KBM tatap muka di sekolah menjadi terhambat dikarenakan adanya larangan untuk berkumpul di tempat-tempat umum, termasuk di sekolah. Pada situasi ini, homeschooling mampu memberi solusi yang efektif untuk melanjutkan proses KBM anak tanpa terganggu. Orang tua di BSD saat itu lebih berperan aktif dalam proses KBM anak-anak mereka, sekaligus memastikan kualitas pendidikan yang tidak menurun.

Keuntungan lain dalam pendidikan dan proses KBM, homeschooling BSD juga memberi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang non-akademis lebih banyak lagi. Karena di sekolah formal, kegiatan ekstrakurikuler itu terbatas waktunya. Nah, dalam homeschooling, anak-anak lebih banyak memiliki atau dapat mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan lain seperti olahraga, seni, coding, robotik, musik, dan lain sebagainya.

Namun, setiap sistem pendidikan, baik sekolah formal, maupun homeschooling, pasti juga memiliki tantangannya tersendiri. Peran orang tua dalam membantu proses KBM anak-anak mereka membutuhkan komitmen dan waktu yang lebih banyak lagi. Di homeschooling BSD, orang tua juga harus mampu membuat lingkungan yang kondusif untuk proses KBM bagi anak-anaknya.

Interaksi sosial juga menjadi suatu tantangan tersendiri dalam homeschooling. Para siswa yang belajar di rumah harus dapat berinteraksi dengan teman sebaya mereka di luar rumah dan/atau sekolah. Maka, orang tua juga harus melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan di luar rumah, dan ikut serta dalam komunitas homeschooling sehingga ini diharapkan dapat membantu sosialisasi dan pergaulan yang baik dan produktif.

Homeschooling BSD sangat mungkin (kalau tidak dapat dibilang pasti) untuk menjadi alternatif yang efektif dan sangat baik dalam pendidikan anak di tengah situasi pandemi. Dukungan orang tua yang komitmen dengan sistem yang baik dan terorganisir dalam homeschooling ini bisa memberi dampak terhadap pendidikan yang berkualitas. Bagi para keluarga, orang tua, maupun anak-anak di BSD, homeschooling tak hanya sebuah opsi belaka, tetapi juga pilihan yang dapat memberi dampak positif bagi pendidikan dan perkembangan anak-anak.

Tak hanya terkenal sebagai kawasan mewah, BSD juga menjadi ‘magnet’ bagi keluarga yang memilih homeschooling sebagai metode pendidikan bagi anak-anak mereka. Sudah mulai banyak orang tua di BSD yang berhasil mendapatan pengalaman tentang kesuksesan anak-anaknya di homeschooling.

Salah satu kisah inspiratif yang bisa menjadi contoh pengalaman sukses anak (siswa) homeschooling di BSD adalah Calista. Calista merupakan alumnus dari salah satu lembaga homeschooling di BSD, yaitu Fikar school. Dia lebih memilih homeschooling daripada sekolah formal, padahal sebelumnya, dia adalah siswa sekolah formal. Alasan utama Calista memilih homeschooling adalah agar bisa memiliki fleksibilitas dalam belajar, dan punya banyak waktu untuk memperdalam minat dan mengasah potensi dirinya.

Calista mendapatkan banyak manfaat dari homeschooling BSD. Kami berbicara dengannya, dan ia pun berbagi cerita tentang bagaimana homeschooling telah membuka pintu bagi dirinya untuk mengasah kreativitas dan mewujudkan prestasi, terutama di luar bidang akademis. Menurut Calista, kunci sukses dalam homeschooling adalah memahami kebutuhan, minat, dan potensi dirinya.

Melalui homeschooling, dia memiliki fleksibilitas untuk mengatur jadwal yang sesuai dengan kondisi pribadinya, dan membuat program pembelajaran yang menarik dan relevan. Calista pun lebih fokus pada brand kosmetik yang ingin dia buat dan kembangkan sendiri. Dia menyadari pentingnya lingkungan pembelajaran yang kondusif. Dengan lingkungan yang mendukung, anak-anak (siswa homeschooling) dapat merasa termotivasi dan fokus terhadap pembelajaran maupun target yang ingin dicapainya di masa depan.

Homeschooling di BSD juga melibatkan partisipasi dalam komunitas homeschooling. Calista bergabung dengan komunitas homeschooling lokal di BSD yang memiliki program pendukung, seperti sesi belajar kelompok, gathering, dan kegiatan sosial lainnya. Interaksi dengan anak-anak (siswa) lain yang memiliki pengalaman serupa membantunya mendapatkan wawasan yang lebih terbuka, dan menjalin persahabatan baru.

Pada umumnya, siswa homeschooling di BSD juga mengikuti les seni, olahraga, atau musik di pusat kegiatan atau komunitas di wilayah tersebut. Sehingga, dengan demikian anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kegiatan di luar kurikulum akademik dan memperluas jaringan sosial mereka (selain mengembangkan dan mengasah bakat serta potensi yang ada pada diri mereka masing-masing).

Bukti nyata yang merupakan salah satu indikator keberhasilan dari homeschooling adalah tentu saja prestasi. Anak-anak homeschooling BSD sudah banyak yang berhasil menjadi juara dalam lomba seni, olahraga, robotik, coding, ataupun meraih penghargaan dalam kejuaraan ilmiah. Prestasi ini membuktikan keberhasilan dari pendekatan pendidikan yang mereka jalani, yakni homeschooling di indonesia.

Melalui homeschooling di BSD, Calista berhasil mendapatkan pengalaman pembelajaran yang positif, dan membantunya mengembangkan potensi serta skill yang ingin dia dapatkan secara maksimal. Dengan komitmen yang tinggi, kemauan untuk bekerja keras, dan kerjasama yang baik antara anak dan orang tuanya, homeschooling dapat mewujudkan hasil yang tak disangka-sangka.

Memang, setiap anak dan situasi keluarga memiliki kondisi, kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. Namun, pengalaman sukses seperti yang berhasil dicapai oleh Calista tentunya membuka paradigma serta wawasan baru bagi kita, yaitu bahwa homeschooling di BSD dapat menjadi alternatif yang menarik, tak dapat dianggap remeh atau dipandang ‘sebelah mata’. Homeschooling BSD telah memulainya, dan berhasil membangun sistem pendidikan yang sangat bersaing (kalau tidak ingin dikatakan lebih baik).

Leave your thought